Till the world the end
Rosaini as Author
You as Park Jae Yin
Jay Park as Jay Park
Kim Joon T-max as Joon Oppa
Seung Ho Mblaq as Seung Ho
Park Jae Yin POV
Aku memandang sekeliling kamarku, wajahku terpampang besar di belakang tempat tidurku dan group bernyanyiku yang bernama SunMoon. Trio ini dibuat untuk mengisi soundtrack sebuah film awalnya. Tetapi seiring berjalannya waktu, kami bertiga menjadi tidak terpisahkan malah dibuatkan album khusus untuk trio kami sendiri. Kami berasal dari macam-macam management, karena kami termasuk dalam nominasi pengisi soundtrack terbaik dan the best trio of the year jadi management kami sengaja membuatkan kami album baru. Karena hal ini pula aku harus pindah dorm dengan ke-2 member lainnya. Namaku Park Jae Yin, penggemar berat Kwon sang woo, tinggiku 160cm. berbeda dengan kedua rivalku yang sangat jangkung. Joon adalah member T-max, sedangkan Seung Ho adalah member Mblaq, yang tidak disangka-sangka tinggal di apartement yang sama hanya berbeda kamar. Karena Trio ini terbentuk aku terpaksa pindah apartement dan tinggal di apartement disamping Mblaq dan T-max, apartement ku berada ditengah-tengah apartement mereka.
Kepindahanku sungguh sangat sibuk, aku harus menata semuanya kembali dari awal, aku baru bisa pindahan tadi malam. Maka dari itu hanya foto-foto itulah yang baru bisa aku pajang, sementara barang-barang lainnya masih rapi didalam kardos. Hari ini aku berniat untuk menata semuanya, tapi aku sangat lelah, aku merasa sedikit pusing dan pegal karena kemarin aku baru kembali dari Jepang untuk mengikuti acara sejenis dream team. Aku bangun dan gosok gigi, membasuh mukaku dengan air hangat, aku enggan untuk mandi karena pasti akan berkeringat lagi. Aku menggunakan tank top hitam celana panjang berwarna putih, aku pun mulai membuka kardos-kardos. Sofa yang diletakkan sembarangan membuat aku sedikit kewalahan memindakannya, tetapi aku yakin aku bisa mengerjakannya. Aku mengelap semua debu yang ada di rak dan menaruh buku-buku di situ, aku tidak punya banyak pernak-pernik, rumahku seperti perpustakaan, buku dimana-dimana. Pertama aku mengisi rak-rak dengan buku-buku ku, setelah buku-buku tersebut tidak cukup di lemari buku dan di rak, aku mulai kebingungan karena kamarku juga sudah penuh dengan buku yang berada di 3 lemari.
Sedikit dijelaskan, apartemenku terdiri dari 3 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, dapur, balkon, dan 1 gudang. Aku pastinya akan memanfaatkan semua itu, ruangan yang cukup besar ini sangat menguntungkan juga bagiku. Aku mulai menata kembali. Aku sudah berhasil menata kamarku, menata ruang tamuku, dan dapurku. Tetapi aku masih punya 2 ruangan lagi, buku-buku ku yang masih 10 dos besar pun segera kuangkat ke dalam dalam kamar, lemari2 buku yang sudah berada didalam aku tata sedemikian mungkin seperti ruang kerjaku, aku menaruh buku-bukuku dengan hati-hati. Setelah selesai kardus-kardus pun aku lipat dan memasukkannya kembali ke gudang, sekarang 1 kamar untuk pakaian dan baju-baju panggungku, aku menatanya sedemikian rupa, dan senyamanku. Tidak terasa aku sudah melewatkan sarapan dan makan siangku, sekarang sudah pukul 05.00 sore. Apartemenku sudah beres, akan tetapi aku merasa sangat lapar, aku berjalan ke arah kulkas dan kudapati hanya ada minuman, tidak ada makanan sama sekali. Aku memutuskan untuk memesan KFC, setelah memesan dan pesananku datang, aku makan sambil menonton TV. Selesai makan aku langsung mandi, selesai mandi aku memakai baju tidur dan aku mulai membaca buku. Tiba-tiba….
“TOK TOK TOK ….” Terdengar pintu kamarku diketuk, padahalkan ada bel.
aku melihat dari layar monitor, ada Seung Ho dan Joon di luar. “Ya masuk.” Jawabku.
pintu pun terbuka otomatis, mereka membuka pintu dan melihatku seperti orang yang tidak pernah melihat wanita saja.
“mengapa kau memakai baju tidur?” Tanya joon.
“tidak apa-apa, hanya ingin saja.” Jawabku sambil membawa mereka ke ruang tamu.
“kau pacaran dengan buku ya?” Tanya Seung Ho dan membuatku melihat sekeliling dan baru sadar bahwa buku ku sangat banyak.
“iya, entah mengapa aku sangat mencintainya.” Pembicaraan datar yang sering kami lakukan ini biasanya terjadi karena lelah.
“bagaimana kondisimu?” Tanya joon yang membuatku tersontak kaget, sejak kapan coba dia memperhatikan kesehatanku.
“aku baik-baik saja, bukannya besok kita akan syuting di Water Boom ya?” tanyaku balik.
“iya, padahal aku masih ingin berlibur.” Jawab seung ho.
“yak,kalian libur karena aku baru saja pindahan ya, kalian tidak membantuku sama sekali.” cetusku ke mereka.
“apa kau lupa yang mengangkat barangmu semalam adalah kami semua. Dan sekarang pertanyaanku sudah terjawab, kami hanya mengangkat ratusan buku keruangan ini.” Jelas Joon rada jengkel.
“nee, gomawo.” Jawabku seadanya.
“apa kau tidak ingin membuatkan kami minum?” Tanya Seung ho dengan datar tapi disambut bengong olehku karena aku sama sekali tidak ingat ingin membuatkan mereka minum, kan biasanya mereka langsung mengambil sendiri.
“bukannya kalian sudah biasa mengambil makanan dan minuman sendiri.” Jawabku dengan tatapan aneh ke mereka.
“hah, baiklah aku akan mengambil sendiri.” Kata Seung Ho.
“kau wanita yang miris, tidak ada makanan, minuman hanya satu jenis yang itu jeruk nipis for diet, wah…” kata Seung Ho sambil mengambil minuman tersebut.
“ingat,, kulkasnya Jae Yin bukan mini market, Seung Ho.” Jawab joon masih dengan memandang sekeliling ruangan.
“Jae Yin-ah , aku belum sempat meminta maaf soal kejadian waktu itu.” Kata Joon dengan muka berharap aku memaafkannya.
Flash back on
@Indonesia
Acara “Dahsyat” di RCTI menghadirkan trio dari Korea selatan yaitu SunMoon. Trio yang baru terbentuk ini akan menghadiri acara “Dahsyat” hari ini, jam 07.00 pagi nanti. Bagaimana kemeriahannya, saksikan Dahsyat jam 07.00 hanya di RCTI. Demikian sekilas Info.
@Dahsyat
“Joon oppa , aku lapar.” Kataku memelas karena belum sarapan.
“Jae Yin-ah, kita tidak bisa makan sebelum kita menyanyi. Setelah bernyanyi kita akan makan, ok.” Jawab Joon sang leader.
“tapi kita baru akan tampil 1 setengah jam lagi, aku tidak mungkin bisa menunggu selama itu, oppa.” Jawabku lagi dengan nada merengek, Seung Ho yang melihatku langsung menyodorkan susu.
“minum ini dulu,setelah bernyanyi kita akan segera sarapan.” Kata Seung Ho sambil menyodorkan susu.
“aku ga mau susu, aku mau nasi, aku lapar.”jawabku dengan wajah cemberut dan disambut kemarahan oleh Joon.
“apa kau tidak bisa menahan sedikit? Setelah kita bernyanyi kau bisa makan sebanyak pun yang kau mau!” marah joon kepadaku dan membuatku diam.
aku melihat ke arah susu yang diberikan seung ho, susu organic yang rasanya tidak kusuka, aku pernah meminumnya dan akibatnya aku sakit perut. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak meminum susu tersebut. Karena aku tidak meminumnya, joon pun langsung meminumnya. Aku hanya melihat miris, perutku sangat lapar. Aku hanya ingat aku belum sempat makan dari kemarin malam. Sekarang pun aku jadi belum makan juga. kepalaku terasa sangat pusing, badanku jadi terasa seperti demam, aku mulai memegang kepalaku. Sudah 1 jam aku menunggu diruangan kami, aku hanya duduk diam meratapi badanku yang mungkin akan segera roboh karena kelaparan. Tetapi berbeda dengan mereka berdua, mereka malah tertawa dan bermain. Mereka memang belum makan, tetapi mereka bisa minum susu, sementara aku tidak. Aku melihat jam lagi, ternyata masih 15 menit lagi. Tidak lama kami pun dipanggil, aku langsung berdiri dan semuanya sedikit berputar, aku sempat memegang kursi, dan bersikap biasa saja. Tetapi , Seung Ho memerhatikanku dan langsung menghampiriku.
“gwencahanayo?” tanyannya pelan.
“nee, gwenchana.” Jawabku sambil tersenyum.
Kami pun tampil, aku masih bisa menahan rasa pusing yang ku derita akibat lapar. Setelah selesai menyanyikan dua lagu, host Olga , Raffi, dan Jessica pun datang. Mereka menggunakan bahasa inggris kepada kami. Mereka mengajak kami untuk bermain games. Aku melihat ke arah Joon, dia hanya bisa mengisyaratkan sabar. Tapi yang aku isyaratkan padanya bukan lapar, tapi pusing. Games yang mengharuskan berlari ini membuatku sedikit kewalahan, aku melihat Seung Ho dan bertumpu padanya. Mereka masih berbicara bahasa Indonesia yang aku tidak mengerti artinya, kemudian mereka berbahasa inggris dan menanyakan pada Joon, bagaimana sifat dari kami semua? Apa saja kebiasaan yang kami bertiga sering lakukan dan masih banyak lagi, kami menjawab semua pertanyaan itu.
“Oppa, aku tidak kuat lagi.” Kataku pada Seung Ho sambil menggenggam tangannya kuat.
Joon yang mendengar hal itu melihat ke arahku dan memberi isyarat “gwenchanayo?” yang ku jawab dengan anggukan.
Karena asam yang ada diperutku meningkat dan menyebabkan aku ingin muntah, aku pun tidak bisa lagi mengatakan ini tidak apa-apa. Kami pun dipersilahkan meninggalkan panggung dahsyat dan akan tampil lagi diakhir acara. Aku yang berpegangan dengan Seung Ho tidak bisa melangkah dari tempatku. Seung Ho menarikku pelan dan melangkah kecil. Baru aku melangkahkan 1 langkah, semuanya tiba-tiba menjadi gelap. Seung Ho dengan sigap menggendongku, berlari kebelakang panggung. Semuanya menjadi khawatir, dan joon pun merasa bersalah.
FLASH BACK OFF
Author POV
“tidak apa-apa, jangan dipikirkan lagi.” Jawab Jae Yin.
“kalau begitu selamat tidur, aku ke kamar ku dulu.” Kata joon dan disambut jae yin dengan pandangan ternyata hanya ingin mengatakan hal itu.
Jae Yin masuk ke kamar tidurnya dengan tampang lesu. Bagaimana tidak, Seung Ho dengan santainya bilang kepada Jae Yin kalau sebentar lagi management akan menambah satu member lagi ke grup mereka. Orang itu adalah Jay Park. Jay Park adalah sahabat dekat Jae Yin tapi persahabatan itu luntur karena Jae Yin menyukai Jay Park dan tanpa sepengetahuan Jae Yin, Jay Park malah pergi dan tidak mengucapkan selamat tinggal kepada Jae Yin. Jae Yin setiap hari memikirkan Jay Park, setiap hari Jae Yin menyesal tidak mengatakan kalau dia menyukai Jay Park, Jae Yin juga sangat merindukan sosok sahabatnya yang selalu menolongnya itu, mereka berdua memang sangat berbeda tapi sangat klop dalam berteman. Banyak yang mengatakan kalau mereka pacaran, tetapi sebenarnya tidak. Jay Park adalah seorang pria yang tidak mengerti cinta, punya pacar saja tidak pernah. Maka dari itu Jae Yin begitu menyukai Jay Park, tetapi kesalahan Jae Yin waktu itu adalah ketika dia tidak sengaja menjawab iya pada cinta Lee Joon, tetapi akhirnya hubungan mereka tetap tidak berlangsung lama, karena Jae Yin yang setiap harinya malah hanya memikirkan Jay Park. Jae Yin sudah berusaha untuk melupakan Jay Park, tetapi ketika Jae Yin berhasil melupakan Jay Park, malah Jay datang ke mimpinya dengan ramah, membelai wajah Jae yin sehingga Jae Yin kembali merindukan sosok Jay Park. Ketika mengingat Jay Park , Jae Yin pasti akan menangis. Sekarang sosok itu akan kembali bersamanya , mereka tidak lama lagi akan bertemu, banyak sekali yang ingin ditanyakan oleh Jae Yin yang sebenarnya tidak mungkin ditanyakan kepada Jay park, yaitu mengapa dia pergi dari Jae Yin tanpa mengatakan sepata kata pun. Jae Yin benar-benar galau malam ini. Hal ini terbukti dari tidur Jae Yin yang tidak nyenyak dan hanya tidur 2 jam sampai akhirnya jam 5 dia harus bangun dan bersiap-siap untuk ke Water Boom bersama kedua member lainnya.
Jae Yin keluar dari apartementnya, kepalanya serasa pusing setengah mati. Dia bingung harus melakukan apa, sebenarnya dia tidak ingin melakukan apa-apa hari ini. Tetapi namanya juga pekerjaan, mana mungkin dia bisa menolak pekerjaan. Manager mereka sudah menunggu mereka di mobil. Jae Yin berjalan dengan lesuh, bayangan Jay Park melintas terus di kepalanya, Jae Yin jadi tidak bisa berkonsentrasi. Ketika masuk ke dalam mobil, ia sempat terhantuk langit-langit mobil. Di dalam mobil pun ia langsung tertidur, entah apa yang menyebabkan ia merasa ingin menutup matanya.
“Jae Yin-ah…. Jae Yin-ah…. Kita sudah sampai, ireeoonnaa….” Suara lembut seung ho membangunkan jae yin. Jae yin langsung terbangun dan merapikan diri.
Penampilan mereka hari ini terbilang sangat santai karena namanya juga ingin syuting ke water boom masa harus memakai high heel. Joon hanya memakai tank top putih transparan dan memperlihatkan otot-ototnya kemudian celana kolor berwarna hitam. Berbeda dengan Seung Ho, dia memakai tank top abu-abu dengan celana selutut berwarna putih. Sedangkan Jae Yin memakai tank top berwarna hitam dan celana sejenis hotpants berwarna abu-abu. Keluar dari mobil ternyata kamera sudah siap untuk syuting. Mereka pun berjalan mendekati MC Dong. Bingung siapa yang akan menjadi lawan mereka di water boom, Seung ho pun memutar matanya untuk melihat sekelilingnya, tidak lama sebuah mobil putih datang, orang yang pertama keluar adalah Eunhyuk super junior yang terkenal dengan yadong dan keusilannya, kemudian keluarlah seorang kim shin young, wanita yang terkenal sudah dengan kekuatannya yang super, satu lagi sekarang yang belum keluar dia adalah Jay Park, dengan tank top hitam dan celana abu-abu, dia berjalan ke arah MC Dong. Jae Yin melihatnya dengan seksama, tidak ada yang berubah dari segi fisik dan senyumnya, sosok yang begitu Jae Yin rindukan kini ada di hadapannya, sedang berjalan, menatap Jae Yin dengan senyum tidak bersalah, tetapi tetap saja Jae Yin tidak boleh berlarut, cukup sudah sakit kepala yang ia derita saat syuting membuat ia sangat tidak bisa berkonsentrasi.
Kini mereka berenam berdiri saling berhadap-hadapan, Jae Yin yang berhadapan dengan Shin Young hanya senyum-senyum lucu melihat tingkah Shin Young yang tidak bisa terbaca oleh pikiran Jae Yin. Menurut Jae yin, Shin Young sangatlah lucu. MC Dong memberi aba-aba games yang pertama akan mereka lalui adalah bermain siapa berani.
“Ya, permainan yang pertama adalah siapa berani bermain seluncur dari lantai tertinggi tanpa pelampung. Peraturannya adalah ambillah setiap bendera yang berada diatas kalian dengan cara apa saja. Masing-masing tim harus mengirimkan 1 orang pemain terhebatnya. Sisanya akan bertanding di 2 babak berikutnya dengan games yang berbeda.” Jelas MC Dong yang langsung diangguk oleh kedua tim.
“tapi sebelumnya kita kenalan terlebih dahulu kepada tim pertama hahahaha,,,, Tim A adalah SunMoon, kemudian Tim B adalah ,,, kalian ingin dipanggil apa? Kaliankan bukan grup ??” Tanya MC Dong bingung dengan status TIM B.
“Panggil saja kami the Star, kalau mereka sudah membawa bulan dan matahari maka biarkan kami menjadi bintang-bintang hahahaha….” Jawan Shin Young yang disambut tawa ngakak dari Tim A dan MC.
“Baiklah, baiklah… The Star, siapa yang akan kalian kirim untuk babak ini ,,,” Tanya MC Dong.
“kami mengirimkan Eunhyuk, karena dia adalah seorang monkey.” Jawab jay park sambil memukul dada hyuk pelan. Suara jay yang membuat telinga Jae Yin panas dan mata yang ingin menangis, tapi ditahan sedemikian rupa.
“bagaimana dengan Tim kalian? Siapa yang akan kalian kirim untuk babak ini , Tim A?” Tanya MC Dong.
Joon melihat kedua membernya yang sama-sama takut ketinggian dan akhirnya terpaksa mengatakan “AKU”. Seung Ho dan Jae Yin pun bernafas lega. Keduanya pun naik hingga ke lantai tertinggi. Jae Yin hanya bisa berharap kalau Joon baik-baik saja. Keduanya sudah dipasang kamera, hitungan pun dimulai, terompet pun dibunyikan, Joon mengambil setiap bendera dengan sangat cepat, begitu juga dengan eunhyuk, tidak lama mereka sudah sampai di bawah dengan gelombang yang sangat besar. Mereka pun segera naik, badan Joon yang hanya dilapisi tank top putih transparan kini bisa terlihat abs nya, Shin Young yang melihat hal itu hanya bisa mengatakan “omo,,,omo… sexynya”, yang membuat MC dong pun memperlihatkan perutnya yang sudah tak memiliki abs lagi kepada Shin Young yang disambut pukulan keras di perut MC Dong oleh Shin Young yang membuat semua orang tertawa.
Penghitungan pun dimulai, MC Dong mulai menghitung bendera yang didapat oleh Joon yang ternyata berhasil dikumpulkan sebanyak 60 bendera. Bendera milik eunhyuk pun juga dihitung dan ternyata hasilnya adalah 55 bendera, games pertama berhasil dimenangkan oleh TIM A. Sambil berjalan ke wahana berikutnya, MC Dong menjelaskan games kedua yang akan mereka hadapi. Kolam ombak pun mereka datangi.
“Di dalam ombak-ombak ini di dasarnya ada 5 koin yang tersebar, jika dalam waktu 7 menit kalian bisa menemukannya, maka kalianlah pemenangnya. Yang menemukan koin terbanyak dialah yang menang. Games ini games kekompakan kelompok, jadi kalian harus berkelompok untuk menemukan koinnya.” Jelas MC Dong, yang langsung memberi aba-aba. “SATU ,,, DUA,,, TIGA,,,, PRRRIIIPPPP”. Peluit sudah dibunyikan, mereka berenam segela memasuki kolam berombak.
Jae Yin mulai menyelam mencari koin, begitu juga dengan yang lainnya, semuanya menyelam untuk menemukan koin. Koin pertama ditemukan oleh jay park yang membuat shin young yang berada tidak jauh didekatnya langsung memeluk jay park. Jae yin yang melihat itu langsung menghentakkan kakinya tapi ada sesuatu yang keras ia injak, dia pun mengambilnya yang ternyata adalah koin yang dicari. Kini tinggal 3 koin lagi. Koin berikutnya sudah ditemukan oleh shin young, tinggal 2 koin lagi, suasana pun tegang karena sisa waktu adalah 4 menit. Tidak lama Seung Ho menemukan satu koin, sisalah satu koin yang tersisa. Waktu kini sisa 1 menit 30 detik. Jae Yin menyelam dan meraba-raba lantai dasar, karena keasikan menyelam, Jae yin tidak tahu kalau sebentar lagi kepalanya akan menabrak tembok. Tetapi karena melihat sebuah koin ia pun nekad berenang dengan cepat karena dari dekat ia melihat ada eunhyuk yang juga berenang ke arahnya, jae yin mempercepat berenangnya, sedikit lagi ia akan mendapatkan koinnya, tapi eunhyuk mendorongnya ke samping lalu mengambil koin tersebut kemudian keluar dari kolam dan berteriak. Jae Yin yang melihat hal itu hanya menatap jengkel ke eunhyuk yang sudah mendorongnya. Semuanya melihat ternyata kalau eunhyuk mendorongku, tapi namanya juga permainan. Games kedua pun dimenangkan oleh TIM B.
Jae Yin berjalan sempoyongan, semakin tidak terarah. Tanpa sadar dia sudah berada di pinggir kolam yang sedalam 2,3 m. karena sempoyongan, ia pun jatuh ke dalam kolam tersebut, MC dan member lain yang kaget langsung melihat ke arah kolam. Jae Yin yang mencoba berenang ke pinggir dengan nafas terengah-engah, jantung berdegup kencang, ia pun meraih tepi kolam. Semuanya menertawainya, karena tidak sanggup lagi menggoyangkan kakinya, ia pun tenggelam, Jae Yin tidak pingsan hanya saja dia menenggelamkan diri agar bisa sedikit membuat kakinya berdiri dengan tenang tanpa harus di gerakkan. Semuanya melihat ia menenggelamkan diri, tapi hanya jay park yang berinisiatif untuk turun ke kolam untuk menarik Jae Yin. Jae yin yang kaget dengan kehadiran jay park akhirnya dibantu untuk naik lagi di kolam. Semuanya pun bertanya kenapa Jae yin bisa terjatuh, jawabannya hanyalah tidak melihat jalan. Jay park yang tahu gelagat sahabatnya itu langsung saja menatapnya dengan tajam. Mereka pun ke arah games berikutnya, games dimana harus memukul bantal basah ke tubuh lawan. Terpilihlah Shin young berduel dengan Jae Yin. Mereka pun duduk di arena. Dibawah arena sudah ada jay park dan seung ho yang siap membantu kalau-kalau ada yang jatuh dan langsung menggantikan posisi. Pertandingan pun dimulai, Shin young memukul kepala Jae Yin kuat sekali, membuat pusingnya menjadi akut, Jae yin pun membalas hal tersebut, dengan kekuatannya yang tersisa ia mencoba bertahan, tapi sia-sia. Jae Yin terjatuh di air. Seung ho pun langsung naik menggantikannya tapi baru saja akan naik, Shin young sudah memukulnya dengan bantal basah dan membuat Seung Ho langsung terjatuh menimpa Jae Yin yang baru saja akan berdiri. Siku seung ho mengenai kepala Jae Yin, bertubi-tubi serangan ditubuhnya membuat ia putus asa. Jay park yang melihat jae yin yang terjatuh langsung membantunya berdiri lagi dan mendorongnya ke atas kolam.
Semuanya kini sudah berdiri di pinggir kolam. Jay park terlihat khawatir dan memandangi jae yin.
“PEMENANG DARI GAMES INI ADALAH TIM B. ya demikian games-games yang kita sudah lakukan, dan kita sudah mendapat pemenangnya. Di games pasti ada yang menang dan yang kalah jadi TIM A jangan menyerah nanti ikuti lagi tantangan dari MC Dong.” Ajak MC Dong dan langsung ditolak oleh SunMoon yang membuat semuanya tertawa. Jae Yin sempoyongan dibelakang, Jay park yang melihat hal itu langsung menangkap jae yin dan menggendongnya. Ternyata jae yin pingsan, semuanya panik. Jae yin pun dibawah ke Rumah sakit.
@Hospital
“bagaimana keadaannya dok?” Tanya jay park.
“dia hanya kurang istirahat, memiliki banyak beban, lelah dan kurang tidur. Saya anjurkan dia harus tidur 8 jam sehari, jangan membuat dia stress, banyak istirahat, nanti saya berikan vitamin.” Jawab dokter.
“terimakasih.” Jawab jay park dan 2 member SunMoon.
“kau kenal dekat dengannya , jay?” Tanya joon serius.
“kami sahabat dulunya, sekarang tidak tahu.” Jawab jay park dan langsung pergi meninggalkan mereka.
“YA KAU MAU KEMANA?” Tanya Seung Ho.
“jaga dia, dia sangat lemah, aku berharap dia baik-baik saja.” Kata jay park.
“baiklah.” Jawab joon datar.
“berita dia sakit sudah menyebar hyung, sekarang di depan RS sudah banyak sekali wartawan.” Kata Seung Ho.
“kita akan membawanya pulang lewat pintu belakang.” Solusi dari joon.
Jae Yin POV
@apartement Jae Yin
“kenapa dia kembali?” aku bertanya kepada diriku sendiri yang sedang berbaring di kamar. Aku berdiam sejenak dan mengambil album foto kami, aku memandangnya dengan sejenak, aku mulai menitikkan air mata. Begitu pedih yang kurasakan dan membuatku ingin berteriak. Aku pergi menuju kamar mandi, aku berkeinginan untuk berendam atau paling bunuh diri dengan menenggelamkan tubuhku.
Aku pun masuk kedalam bak yang mulai terisi air, aku berbaring dengan menaruh kepala didasar sekali. air mulai meninggi sepipiku, kemudian lebih meninggi lagi. Air mulai menenggelami wajahku, aku mulai menahan nafasku, sudah 30 detik aku tidak bernafas, aku benar-benar ingin pergi dari dunia ini. Aku semakin tidak tahan menahan nafasku, air sudah masuk kedalam hidup dan terminum dimulutku, aku sudah bisa melihat malaikat akan menjemputku, semuanya pun menjadi gelap.
Author POV
Jae yin nekat sekali untuk bunuh diri. Tapi Jae Yin sama sekali tidak sadar jika dari tadi ada seseorang yang sudah masuk ke apartementnya. Pria itu berjalan ke arah kamar Jae Yin. Hanya suara keran dengan air yang menyala, pria tersebut duduk ditempat tidur Jae Yin. Memandang foto yang ada dikamar itu dan matanya pun berakhir pada sebuah album yang tergeletak dipinggir tempat tidur. Dipandanginya semua foto yang ada di album itu, hatinya sakit, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa. Sehabis memandang semua foto tersebut, ia mendengar air yang tumpah. Ia pun penasaran, waktu membuka pintu kamar mandi, ia sudah berusaha memanggil nama jae yin tapi tak ada sahutan balik dari jae yin. Ia pun masuk dan melihat air di bath up tumpah dan didalamnya ada jae yin. Pria itu langsung menarik jae yin tapi jae yin sudah tidak sadarkan diri. Pria itu mengangkat jae yin dan menaruhnya di lantai. Pria itu memberi nafas buatan dan memompa dada jae yin agar jae yin bisa bernafas lagi, berapa kali usaha itu ia lakukan dan tetap gagal sampai nafas buatan yang ia berikan terakhir bisa membuat jae yin memuntahkan semua air yang telah ia minum. Pria itu menggendong jae yin ke tempat tidur jae yin. Jae yin terbaring lemah, samar-samar dilihat pria yang menggendongnya tadi ternyata adalah Seung ho.
“kenapa kau bodoh sekali? kalau kau suka padanya , kau bisa mengatakan padanya, bukan dengan mengakhiri hidupmu seperti ini. Apa kau tidak sadar dengan semua ini? Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku? Apa kau mengerti perasaanku? Bagaimana Bisa Kau Melakukan Semua Ini Jae Yin???!!!!” teriak Seung ho. Jae yin yang terbaring hanya bisa menangis.
Seung ho memeluk tubuh jae yin yang terbaring lemah, seung ho menindihnya dan berbisik ditelinganya, “jangan seperti ini lagi, aku tidak mau kehilanganmu.” Sambil terus memeluk jae yin erat dan berbaring diatas tubuh jae yin seakan-akan mereka akan melakukan hubungan suami istri. Tanpa seung ho dan jae yin sadari kalau ada Jay park yang sedang melihat mereka dari balik pintu kamar. Jay park pun segera pergi.
Jay Park POV
“mungkin lebih baik aku ke apartementnya dan mengatakan bahwa selama ini aku sangat mencintainya, karena tidak sanggup kehilangan dia, makanya aku pergi. Sudah saatnya aku mengatakan semua ini kepadanya, aku akan pergi sekarang.” Kataku yang masih berdiri di depan apartemenku sendiri.
Aku memutar laju stir mobilku untuk segera ke apartement Jae Yin. Setibanya di apartemen Jae yin, aku pun bertanya dilantai berapa ia tinggal. Jae yin ternyata tinggal di lantai 4 dari apartement tersebut. Aku langsung naik lift dan berjalan kearah pintu kamarnya. Karena pintu kamarnya terbuka, aku pun mencoba untuk langsung masuk tapi pemandangan apa yang aku lihat dari balik pintu kamar jae yin. Aku melihat jae yin dengan seung ho sedang berpelukan di tempat tidur dengan posisi seung ho berada di atas tubuh jae yin. Betapa miris aku melihat pemandangan di depanku. Aku pun berbalik dan keluar dari kamar dan menangis. Aku membanting stir mobilku , aku benar-benar marah, aku menyesal meninggalkannya. Aku tidak tahan melihat apa yang ada didepanku. Aku memutuskan untuk pergi dari korea. Aku mengemasi semua barangku dan memesan tiket hari itu juga untuk penerbangan ke Amerika. 5 jam lagi aku akan pergi ke Amerika, aku sudah selesai bersiap-siap. Aku memasukkan beberapa barangku ke bagasi mobilku sambil menangis. “bruukkk.. prangg..” sebuah kardus terjatuh dan menimbulkan suara pecahan kaca, aku yakin itu adalah foto aku dan Jae yin. Aku membuka kardus itu dan benar saja, kaca bingkainya hancur. Tapi melihat bingkai itu hancur tiba-tiba hatiku sedih, takut, aku menitikkan air mataku. Aku membungkus bingkai tersebut dan tetap menaruhnya di kardus tersebut. Tidak lama aku sudah selesai mengemasi barangku ke dalam mobil, hape ku berdering, lagu abandoned terputar halus, Kim Joon menelponku.
“Yobseo hyung..” jawabku. “MWOO??” aku kaget dan segera masuk ke dalam mobilku.
Author POV
Seung ho membuatkan susu coklat panas untuk jae yin. Jae yin yang langsung meminum susu coklat panas itu berkata pada seung ho.
“aku tidak tahan dengan hidup seperti ini, bolehkah aku memberikan sedikit racun pada minuman ini, sehingga aku bisa mati dengan mudah?” Tanya Jae Yin kepada seung ho.
“aku akan membuatkan susu coklat panas yang baru untuk kita berdua.” Jawab seung ho dan berjalan ke arah dapur.
Seung Ho POV
“Apa aku harus membuat susu coklat beracun itu?” batinku berbicara.
“apa aku harus mengiyakannya?”tanyaku lagi.
“aku akan membuat susu coklat itu , tapi aku akan membuat dua gelas dimana aku akan memasukkan racun itu ke kedua gelas itu.” Ideku lagi dimana sebenarnya tidak ada lagi yang bisa aku idekan.
aku mengaduk susu coklat yang sudah tercampur dengan racun. Aku melihat kedua gelas itu dengan tatapan sedih. Tapi dihatiku sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa bersama dengan Jae yin. Aku akan tetap bersamanya, dalam suka maupun duka, dan aku akan bersamanya dikematian. Aku membawa dua cangkir itu ke dalam kamar. Aku melihat jae yin dengan mata sembab, aku memberikan 1 cangkir kepadanya. Ini kenekatan yang benar-benar di luar kendali.
“tunggu…” aku menghentikan jae yin yang ingin meminum susu tersebut.
“biarkan aku berada disampingmu, kita minum satu teguk saja, kemudian biar kan kita berbaring dan aku akan memelukmu, biar kau tidak sendirian.” Kataku kepadanya lagi.
Aku duduk disampingnya, aku dan dia diselimuti selimut yang sangat hangat, aku pun memegang tangannya, kami meminum satu teguk, aku menaruh gelas tersebut dimeja, efek racun menjalar ketubuh kami. Kami berbaring berhadapan, aku memeluknya kencang begitu juga dengan dia, aku sempatkan mencium bibirnya, aku peluk hingga rasa sesak didadaku tidak terbendungkan lagi. Cukup 5 menit, racun sudah menguasai kami.
Author POV
Kedua anak manusia yang tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan, kini sudah tidak bernyawa lagi. Raga mereka telah terpisah dengan roh mereka. Roh mereka kini sudah berjalan menjauhi tubuh mereka. Mereka tersenyum lepas, seung ho mencium kening jae yin, jae yin bilang, kini aku sudah sedikit lebih tenang.
“tinggallah bersamaku selalu, jae yin. Aku sangat mencintaimu.” Kata seung ho.
“aku akan belajar mencintaimu.” Kata jae yin memeluk seung ho dan mencium pipi seung ho.
Seorang pria masuk , pria itu adalah joon. Joon membangunkan seung ho dan jae yin tapi keduanya tidak terbangun dan malah mengeluarkan busa. Joon menangis, joon melihat foto yang berada dipinggir tempat tidur. Semuanya berisi jay park dan jae yin. Joon langsung menelpon jay park.
“MWO??” Jawab telpon di seberang sana.
“cepatlah kemari, aku akan telpon ambulans dan polisi.”
@hospital
Joon memperlihatkan foto-foto itu kepada jay park, dan membuka halaman terakhir, disitu tertulis.
Jay,andaikan kau tahu, aku begitu mencintaimu.
Mengapa kau malah pergi, aku benar-benar mencintaimu.
Mungkin seharusnya aku hidup di dunia yang berbeda.
“ada apa dengan kau dan jae yin?” Tanya joon.
“ADA APA?” Joon marah dan menghantam pipi Jay park.
“aku.. aku…. Aku meninggalkan persahabatan kami.” Kata jay park dan menceritakan semuanya pada joon sampai akhirnya dokter keluar.
“bagaimana keadaannya, dok?” Tanya joon.
“mereka tidak selamat.” Semuanya hening, kata-kata dokter membuat jay park teriak, joon pun menangis tersedu-sedu.
Berita meninggalnya kedua artis tersebut, sudah menyebar luas, banyak sekali komentar yang keluar. Banyak yang berduka untuk mereka. Kabar terbarunya sekarang adalah jay park harus di rawat di RSJ, dan joon kembali dengan T-max tetapi selalu merindukan kedua temannya itu.