Senin, 03 September 2018

07 In The Still Of Night

Cast :
Rosaini as Author
You as Choi Jin si
Choi Siwon as Choi Siwon
All members SHINee

Author POV
            Jin si adalah seorang gadis berumur 18 tahun yang takut dengan apapun, kakaknya Choi Minho dan Choi Siwon saja sampai bingung harus menghilangkan ketakutan dongsaengnya itu dengan cara apa. Siwon sendiri harus turun tangan kalau adiknya sudah teriak-teriak ketakutan karena para pembantunya sudah tidak sanggup. Minho sendiri pernah harus ngebut-ngebutan di jalan karena tidak ada yang menjemput adiknya dan adiknya menangis di kantor guru. Ketakutan akut yang dimiliki Jin si ini sebenarnya sangat merepotkan tetapi choi bersaudara ini selalu kompak. Minho dan Siwon selalu menjaga si bungsu dengan baik.
            Karena Minho yang harus tinggal di dorm SHINee, hanya siwon yang bisa menjaga Jin si di rumah. Tapi kali ini Siwon tidak bisa menjaganya karena dalam 6 bulan kedepan Siwon akan tinggal di Dorm Super Junior untuk persiapan album baru mereka dan Super Show 5. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran mereka berdua, setelah berdiskusi, akhirnya Jin si akan tinggal bersama Minho di dorm SHINee. Minho dan Siwon menyiapkan barang-barang Jin Si. Jin si sendiri hanya bisa melihat kakak-kakaknya menyiapkan barang-barangnya. Jin si memang sudah berumur 18 tahun, tetapi karena waktu itu dia mengalami sebuah kecelakaan buruk dan menyebabkan ia trauma akut.

Flash back on
“appa… appa… Jin si pulang, omma,,, ommaa,, jin si pulang….” Panggil seorang anak kecil kepada orang tuanya.
“Jin si…. Pergi… pergi…” usir sang ibu dari balik pintu dan kemudian ibunya terjatuh. Gumpalan asap dari sebuah senjata yang baru meledak pun segera terlihat. Jin si melihat seorang pria yang sedang membunuh ibu dan ayahnya. Jin si melihat darah dimana-mana. Jin si sangat takut, belum lagi Jin si masih berusia 8 tahun waktu itu. Ingatannya sangat jelas ketika orang tersebut menodongnya dengan sebuah senjata. Ibu Jin si bergerak memukul pria itu, tetapi pria itu malah menembak kepala ibunya hingga hancur. Pria itu langsung pergi, Jin si pun berteriak, ia melihat kepala ayah dan ibunya hancur karena senjata. Minho dan Siwon waktu itu tinggal di asrama. Semenjak kejadian itu, Minho dan Siwon tidak pernah berhenti untuk mengusut dan mencari siapa pembunuh dari orang tua mereka. Minho dan Siwon sangat terpukul melihat kematian orang tua mereka, belum lagi kondisi adiknya yang akhirnya dipenuhi dengan ketakutan. Jika berada di kerumunan orang-orang maka dia akan sangat pusing dan menangis lalu pingsan. Jika berada di tempat yang hening dia langsung mengingat kematian orang tuanya, ketika ada suara jatuhan dia akan menutup telinganya dan memikirkan suara senjata itu. Banyak sekali yang membuat hidup adik mereka itu tidak senormal gadis biasa. Minho dan Siwon sering mendapati adiknya pingsan. Keduanya sudah berusaha untuk menyembuhkan adiknya tapi usaha mereka tidak  pernah terjawab. Tapi mereka tidak pernah menyerah hingga sekarang.

@Jin si room’s

“Jin si-ah , jika siwon oppa di dorm , maka minho oppa yang akan menjagamu. Nanti kau akan tinggal di dorm SHINee, oppa berharap kau senang bermain dengan mereka.” Kata siwon sambil memasukkan baju-baju adiknya di koper.
“tenang hyung, dia akan baik-baik saja bersama kami.” Jawab minho.
“nee , oppa. Maaf merepotkan kalian.” Balas Jin si dengan muka sedih karena selama ini ia selalu saja merepotkan oppa-oppanya, padahal dia sudah 18 tahun, tapi untuk lepas dari ketakutannya itu sangat susah, kematian orang tuanya di hadapannya waktu itu masih saja terngiang dan terbayang olehnya.
“sudahlah jangan bilang begitu , kitakan keluarga choi, kita akan selalu menjaga satu sama lain.” Jawab siwon dan menutup koper lalu menaruhnya di lantai.
“kau sudah selesai hyung?” Tanya minho.
“yup.” Jawab siwon tersenyum
“DUAR ,,, DUAR…” suara seperti tembakan terdengar.
“OPPAAA….” Teriak Jin si, dia duduk menepi ke sandaran tempat tidurnya, mukanya memucat. Siwon melihat ke arah kaca, ada yang menyalakan kembang api. Siwon langsung menghidupkan pengedap suara dari luar. Suara itu pun perlahan menghilang, tapi tidak untuk adiknya.
“gwenchana,,, gwenchana…” kata minho oppa menenangkan. Tetapi tidak memulihkan keadaan adiknya yang bergetar hebat. Minho tetap memeluknya kencang. Siwon datang dan menatap dalam adiknya yang ketakutan itu. Hati Jin si mulai tenang kembali walaupun banyak sekali bayangan yang terlintas di kepalanya dan membuatnya pusing. Minho dan siwon tahu apa yang harus dilakukan kalau sudah begini. Mereka biasanya akan memaksa Jin si untuk tidur. Siwon dan Minho mulai menyanyikan lagu Dreaming of you dari Selena, lalu tidur bersama adik mereka yang tercinta itu.
            Besoknya Siwon dan Minho sudah bersiap-siap untuk mengantarkan adiknya ke dorm SHINee, tempat minho tinggal selama ini. Member-member SHINee pun sudah menyiapkan pesta kecil untuk kedatangan adiknya Minho itu. Mobil melaju kencang di jalan raya korea, tidak terasa perjalanan yang memakan waktu 45 menit ini disambut tidur oleh ketiga bersaudara ini. Tidak lama mereka sudah sampai di dorm SHINee. Mereka bertiga keluar dari mobil, Siwon dan minho langsung mengambil koper Jin si. Mereka bertiga masuk dan disambut ceria oleh member-member SHINee lainnya. Minho sangat senang dengan sambutan yang mereka buat untuk adiknya. Minho sangat berterimakasih dengan mereka. Karena kebetulan SHINee tidak ada kegiatan selama ini, maka para member sudah merancang kegiatan mereka kecuali Minho karena harus mengikuti syuting Dream Team dadakan dari SM. Jadilah Minho mempercayakan pengasuhan adiknya itu pada member lainnya. Key akan mengajak Jin si memasak dan mengerjakan pekerjaan wanita, Onew akan mengajarkannya bagaimana mengerti pria, Jonghyun akan mengajarkan bagaimana caranya bernyanyi dan Taemin akan mengajarinya menari, semuanya akan mereka ajarkan pada Jin si, selain itu juga mereka berjanji pada Minho bahwa adiknya akan sembuh total. Mereka akan berusaha bagaimana caranya menyembuhkan adiknya.
            Member SHINee dan Siwon membawa Jin si ke kamarnya, member SHINee mendesainnya seperti kamar perempuan, dan itu ternyata hasil karya Key. Jin si sangat menyukai hiasan kamar yang dilakukan oleh Key. Tapi sayang Minho dan Siwon tidak bisa berlama-lama diruangan itu karena mereka harus segera bekerja. Mereka pun berpamitan, Siwon memeluk Jin si dan mencium keningnya dan bibirnya sebatas kecupan saja begitu juga dengan Minho. Jonghyun pun ikut-ikutan untuk dicium tapi siwon langsung mengambil bebek dan menaruhnya di bibir jonghyun dan disambut tawa semuanya, jin si yang jarang sekali tertawa kini mulai tersenyum dan tertawa kecil.
            Kegiatan pun dimulai, key mengajak Jin si untuk memasak makan siang. Jin si melakukannya dengan baik, key sangat senang. Waktu makan siang pun mereka lalui dengan ceria. Taemin memintanya untuk menemaninya latihan nge-dance diruang dance pun dia iyakan. Jonghyun mengajaknya bernyanyi, suaranya pun sangat bagus, Onew mengajaknya melakukan kegilaan-kegilaan, juga ia lakukan. Sekarang yang membuat member SHINee bingung adalah bagaimana siwon bisa mengatakan kalau dia mengalami trauma.
            Malam pun tiba, keheningan sudah menyelimuti sejak pukul 23.00 , semuanya sudah terlelap tidur. Jin si mulai menikmati malamnya, malam dimana ia akan selalu tidak bisa tertidur pulas jika tidak ada oppanya. Matanya tidak mau terpejam, banyak yang membayanginya. Dia ingat kata-kata oppanya , jika mereka tidak ada, cukup ingat yang baik-baik saja. Jin si sudah melakukan apa yang dikatakan oppanya tapi tetap saja ia tidak bisa tidur. Jin si keluar dari kamar dan melihat kamar SHINee terbuka sedikit, bayangan buruk langsung menghadapinya, ia melihat ibunya keluar dari pintu dan mengusirnya kemudian kepala yang hancur pun terbayang kuat dikepalanya. Bayangan yang membuat kepalanya sakit, kemudian dia melihat sesosok pria sudah berada didepannya. Yang ternyata adalah Onew. Onew bingung melihat wajah Jin si yang begitu pucat ketakutan.
“Jin si gwenchanayo?” Tanya Onew sambil memegang punggungnya, tapi Jin si hanya menatapnya takut lalu pingsan.
“Jin si-ah Jin si-ah ireona,,, ireonaa,,, key, jonghyun, taemin-ah, Jin si pingsan…” teriak onew yang langsung menggendong Jin si ke kamarnya.
“sekarang aku mengerti.” Kata onew dan melihat sekeliling yang lainnya. Mereka pun membawa Jin si ke kamar mereka dan di tidurkan di tempat tidur Minho. Key mengambil salah satu baju Minho dan membiarkan Jin si memeluk baju tersebut.
“sekarang aku mengerti perasaan Minho mengenai dongsaengnya.” Kata Taemin menunduk sedih.
“kalau adikku seperti ini, aku pasti juga akan seperti Minho.” Jawab Onew.
“semoga kita bisa membuatnya sembuh.” Ajak key.
“baiklah ,, ayo kita berdoa dulu, supaya diberi kelancarang dalam menyembuhkan Jin si.” Ajak Joon yang benar-benar tidak menyangka dengan apa yang menimpa Jin si.

@Esok hari
            Member SHINee tanpa Minho dan Jin si sedang duduk sarapan. Sarapan pagi mereka dipenuhi dengan canda dan tawa. Jin si sadar dia tidak boleh merepotkan mereka, sekalipun ia tahu bahwa semalam dia sudah merepotkan mereka. Tapi Jin si berusaha untuk tidak merepotkan mereka lagi. Jin si mengikuti apa yang mereka ajarkan padanya sampai-sampai dia kelelahan.
            Jin si mencoba melupakan ketakutannya, member SHINee mengajaknya untuk bersih-bersih dorm. Tidak terasa sudah 3 hari ia bersama member SHINee. Tapi waktu masih panjang yang 6 bulan. Minho memang akan segera kembali, tapi 1 bulan lagi. Member SHINee sangat memperhatikan Jin Si, segala yang dimakan Jin Si, waktu istirahat Jin si , semuanya diatur. Key lah yang banyak berperan dalam hal tersebut. Key benar-benar memperhatikannya.  Key benar-benar menyayangi Jin si. Jin si memperlakukannya persis seperti seorang ibu mengajarkan apa saja kepada anaknya.
            Hari ini Key mengajak Jin si untuk berbelanja kebutuhan mingguan mereka di Dorm. Jin si mengikuti ajakan key, ditemani Jonghyun, mereka pergi ke pasar tradisional.
“bagaimana kesanmu tentang pasar tradisional?” Tanya key kepada Jin si.
“aku belum pernah pergi ke pasar tradisional, tetapi pertama kali pergi ternyata ini mengasyikkan, Cuma di sini sedikit sumpek, jadi aku sedikit susah untuk bernafas.” Jelas Jin si kepada key. Jin si merasa bahwa berada di tengah kerumunan banyak orang itu akan membuatnya sedikit pengap dan tidak berperasaan baik.
“apa kau tidak apa-apa?” Tanya jonghyun.
“tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan berbelanja.” Ajak Jin si.
            Mereka pun berbelanja kembali, banyak yang berteriak memanggil SHINee, tetapi key dan jonghyun hanya tersenyum manis kepada mereka dan membuat mereka histeris. Banyak hal yang menjadi halangan di pasar sehingga mereka baru keluar sekitar 2 jam. Mereka langsung masuk ke mobil, Jin si terlihat sangat pucat. Mereka langsung pulang ke dorm, wajah lemas Jin si membuat Key dan Jonghyun khawatir, tapi Jonghyun tidak sekhawatir Key, karena Key langsung menggenggam tangan Jin si dan memeluknya seperti yang biasa dilakukan Minho pada Jin si. Minho biasa menggenggam tangan Jin si lalu memeluknya dan menenangkan Jin si. Sampai di dorm, Key membantu Jin si masuk ke kamar dan langsung menidurkannya di tempat tidur Minho. Jin si yang merasa sangat pusing, langsung tertidur lelap dengan baju Minho yang ditaruh di sampingnya.
“Jonghyun-hyung, aku tidak tahu harus melakukan apa agar ia bisa sembuh. Trauma yang ia alami sangat parah, untuk mengakhiri semua itu dia harus punya perlawanan, tapi bagaimana bisa, sementara ia akan langsung pingsan dan menjerit histeris, setiap malam dia selalu mengigau memanggil oppa-oppanya dan orang tuanya.” Jelas key.
“kudengar dia memiliki seorang teman namja seorang dokter, kenapa kita tidak memanggil dokter itu saja?” Tanya Jonghyun yang langsung disetujui anggukkan oleh Key.

“Tomorrow”
Key ,Jonghyun dan Taemin datang ke praktek dokter Kwon Sang Woo. Mereka sudah membuat janji sebelumnya, dokter kwon pun sangat ramah kepada mereka, memang kwon adalah teman dari Jin si, tetapi itu sudah lama, karena kwon yang sibuk dengan pekerjaan dan kuliahnya, dia jadi lupa dengan Jin si. Seingat kwon, hari itu Siwon dan Minho datang menemuinya lalu menanyakan mengapa kwon tidak pernah menyempatkan diri untuk bermain dengan Jin si, kwon tidak bisa menjawab apa-apa karena terlalu ingin menggapai impian kwon, kwon jadi melupakannya, seseorang yang sangat kwon sayangi dan cintai, sejak kedatangan Minho dan Siwon, kwon berusaha meluangkan waktu untuk Jin si, tapi Jin si sudah berubah, dia memang tersenyum ketika melihat kwon, pandangan rindu yang bisa kwon lihat dari matanya, tapi perasaan bersalah yang ada pada diri kwon akhirnya luntur karena tidak tahan melihat tatapan rindu pada kwon yang sangat terpendam, kwon sadar seharusnya kwon bersamanya selama ini. Tetapi kwon belum menyelesaikan specialisnya waktu itu, jadi kwon takut kalau-kalau dia malah mengabaikan Jin si. Akhirnya Kwon berdiskusi dengan Minho dan Siwon untuk melamar Jin si setelah kuliah specialisnya selesai, tapi ternyata semuanya itu tidak terjadi, karena setelah selesai mengambil specialis, kwon malah tidak bisa bertemu dengan Jin si karena ditugaskan ke luar kota, lamaran pun tidak terjadi hingga 2 tahun terakhir ini.
            Key, Jonghyun dan Taemin sedih sekali mendengar cerita kwon. Terutama key yang sebenarnya marah, cemburu, dan sedih. Key pun mengajak kwon untuk bertemu dengan Jin si. Kwon pun menuruti permintaan mereka. Key menyetir di jalan tol, mereka hanya diam selama perjalanan hingga akhirnya sampai di dorm. Key membuka pintu, terlihat onew yang sedang kebingungan di ruang tamu. Key yang heran langsung menanyakan pada onew.
“Onew hyung waeyo?” Tanya key sambil menyuruh kwon masuk. Onew yang tidak mengenal kwon hanya bingung-bingung dan tersenyum kepada kwon.
“kibum-ah, Jin si di dalam kamar mandi, dia ketakutan dan tidak mau keluar, aku tidak tahu kenapa, kita berdua hanya menonton film Hansel and Gretel witch hunters, tiba-tiba dia berteriak dan berlari.”  Jelas onew yang membuat key langsung berlari ke arah kamar mandi. Key mendobrak pintu kamar mandi yang dibantu Kwon juga, kwon pun melihat miris keadaan sahabatnya. Kwon mendekati Jin si, key berusaha mendekati Jin si tapi malah dilempari sabun oleh Jin si, semua barang yang ada disitu dilempar ke arah Key. Kwon yang melihat hal itu tetap berjalan ke arah Jin si, tapi anehnya tidak mendapat lemparan dari Jin si. Jin si yang melihat kwon langsung memeluk kwon.

Kwon POV
            Yeoja yang aku cintai, aku tidak sanggup melihatnya seperti ini, tidak mungkin aku membiarkannya seperti ini. Aku tidak tahan lagi, apapun yang terjadi aku akan menyembuhkannya sekarang dan mengajaknya menikah. Apapun itu akan aku lakukan. Aku mencoba mendekati wajah yang penuh ketakutan itu. Aku menatapnya nanar, aku pun langsung memeluknya, dan dia membalas pelukan dengan erat, dibenamkannya kepalanya di leher ku, bersembunyi dibalik tubuhku, pelukan ketakutan yang selalu aku rasakan darinya.

Author POV
Kegalauan menyelimuti hati Key, bagaimana tidak yeoja yang ia sukai sekarang sedang memeluk orang yang tidak pernah ada waktu untuknya, lebih parahnya lagi pelukan itu seperti menandakan pelukan meminta untuk diamankan. Hati Key yang terbuat dari baja untuk melindungi Jin si pun sudah tak kuat lagi. Member SHINee yang melihat hal itu hanya bisa menepuk pundak key untuk sabar. Kwon merasakan tubuh Jin si sangat berat, entah mengapa kwon mendorong sedikit tubuh Jin si untuk melihat wajahnya, wajah pucat pasi, seperti mayat, belum lagi terlihat ada sedikit memar di kepalanya, seperti terhantuk. Kwon menggendong Jin si dan membawanya ke sofa. Kwon meminta key untuk mengambil kompres untuk memar yang ada di kepala Jin si.
            Malam sudah tiba, Kwon memutuskan untuk tidur di dorm SHINee. Kwon meminta temannya untuk mengurus surat cutinya selama 2 minggu dan meminta asistennya untuk mengemasi barang-barang untuk 2 minggu dan membawanya ke dorm SHINee. Kwon benar-benar serius untuk kesembuhan Jin si kali ini. Kwon juga merencanakan ketika Minho pulang lusa nanti, dia akan mengajak mereka berlibur ke pulau jaeju, Siwon pun diminta untuk meluangkan waktunya 2 hari untuk liburan itu. Kwon mengurus semuanya dengan menelpon kenalan-kenalannya. Seperti yang dulu kwon sering lakukan pada Jin si yaitu menemaninya tidur. Jin si tertidur di tempat tidur Minho, sedangkan Kwon duduk diranjang onew sambil memegang tangan Jin si. Tak terasa Kwon ikut tertidur dalam posisi duduk hingga pagi menjelang.
            Pukul sudah menunjukkan pukul 08.00, diantara mereka hanya Jonghyun yang sudah bangun. Jonghyun memperhatikan Jin si dan kwon. Jonghyun pun langsung membuka ipad yang selalu menemaninya. Karena penasaran Jonghyun mencari informasi tentang pembunuhan keluarga choi 10 tahun yang lalu. Jonghyun membuka halaman satu per satu, sampai akhrinya ia menemukan artikel yang benar-benar lengkap. Kasus yang sudah di tutup 7 tahun yang lalu itu pun mengundang rasa curiga. Bukti-bukti tidak ditemukan sama sekali. cerita tentang keluarga choi mengundang banyak misteri. Keluarga choi tidak memiliki pembantu di rumah mereka semenjak kejadian itu. Tetapi para pekerja pabrik dan perusahaan masih tetap bekerja. Yang mengelola pun Minho dan Siwon. Perusahaan yang terpencar diseluruh dunia itu masih sempat diurus oleh Minho dan Siwon. Dengan iseng Jonghyun membuka tentang identitas Kwon sang woo. Kwon sang woo adalah anak seorang professor, seorang anak yang jenius, dokter specialis termuda, masih berumur 28 tahun. Ayahnya memiliki seorang saudara, yang memiliki perusahaan-perusahaan terkenal diseluruh dunia. Saingan dari perusahaan saudara ayah kwon adalah perusahaan Choi. Jonghyun menaruh sedikit curiga sambil memandang kwon. Jonghyun sedikit berniat untuk mengupas langsung masalah ini, ingin melakukan penyelidikan tetapi dia bukan seorang detective, dia adalah seorang penyanyi. Orang yang cocok untuk melakukan penyelidikan seperti ini hanya Minho. Tapi mana mungkin Minho mau melakukan hal seperti ini, Minho dan Siwon sudah sepakat untuk mengubur kenangan buruk itu, peristiwa buruk itu, hal ini mungkin tidak akan terungkap. Tidak lama Jonghyun ingat bahwa temannya dulu ada yang mendaftar menjadi pasukan khusus, sekarang temannya itu sudah menjadi kapten dari pasukan khusus itu. Jonghyun langsung mengambil hapenya dan mengirim pesan ke temannya itu untuk bertemu di sebuah café di tengah kota.

@Cafe
            Kedua pria itu bertemu dengan sangat rahasia. Keduanya pertama-tama memang masih bercanda ria layaknya teman lama bertemu. Jonghyun pun memulai pembicaraan misteriusnya kepada temannya itu. Jonghyun meminta Viter temannya waktu SMA untuk menyelidiki kasus itu.
“Viter, apa kau tahu soal pembunuhan keluarga choi 10 tahun yang lalu itu?” Tanya Jonghyun serius kepada Viter.
“kebetulan sekali , aku sedang menyelidiki kasus ini, dan banyak bukti-bukti mengarah pada Kwon Soo Moo, saudara dari Professor Kwon Soo Man, Beliau tidak ada ditempat waktu itu kejadian itu terjadi. Tetapi, Beliau dikabarkan sedang di luar negeri, tetapi dia tidak berada di luar negeri juga waktu itu. Banyak kejanggalan yang terjadi. Aku masih meneliti kasus ini selama 3 tahun terakhir. Aku mencoba untuk membuka kasus ini lagi tapi aku belum bertemu dengan Siwon dan Minho. Jika aku bertemu mereka mungkin aku bisa membuka kasus ini atas ijin mereka dan ijin pengadilan.” Jelas Viter yang membuat Jonghyun langsung tersenyum lepas karena paling tidak dia bisa sedikit membantu kasus ini.

@dorm
Semuanya sudah bangun, Taemin masih mandi, Key membuat sarapan pagi, Onew membereskan piring-piring, kwon membantu menyapu dorm. Mereka bertanya-tanya kemana Jonghyun, pagi-pagi sudah menghilang. Pintu dorm dibuka ternyata jonghyun yang baru pulang. Jonghyun melebarkan senyum kepada semuanya. Jonghyun membawa viter ke dorm dan memperkenalkannya kepada mereka.
“Kenalin, ini Viter, kapten pasukan khusus, temanku waktu SMA.” Jelas Jonghyun kepada mereka.
“key.”
“taemin.”
“onew.”
“kwon sang woo.” Sontak Viter kaget sewaktu berkenalan dengan Kwon. Kwon kenal sang woo adalah anak dari professor tapi mengapa kwon bisa ada di dorm SHINee.
“ayo kita sarapan pagi dulu.” Ajak key.
            Mereka pun langsung ke meja makan. Jin si masih beristirahat di kamarnya. Jonghyun membuka pembicaraan pada sarapan pagi mereka.
“hmm,, bagaimana kalau kita buka lagi kasus tentang pembunuhan keluarga choi?” Tanya jonghyun.
“aku sebenarnya setuju saja,tapi bukti-bukti tidak di tinggalkan di lokasi kejadian.” Jelas Kwon kepada mereka. “malah bukti yang terakhir mencuak , kalau pamanku yang melakukannya, tapi mungkin saja, karena persaingan bisnis, tapi ya aku tidak bisa melanjutkan lagi karena tidak punya bukti lebih.” Jelas kwon kembali.
“tapi, kalau nanti pamanmu terbukti bersalah bagaimana?” Tanya taemin.
“jika ia, kasus criminal, tetap criminal.” Jelas kwon.
“terus, apa yang kita harus lakukan pertama?” Tanya Key serius
“memancing pembunuhnya keluar.” Kata Viter. “telpon Minho dan Siwon.” Kata Viter lagi.

            Minho dan Siwon kaget dengan dibukanya kasus pembunuhan orang tua mereka. Mereka sebenarnya sangat mendukung, tapi mereka sebenanrnya sudah ikhlas, tapi tidak salah juga kalau mereka ingin mengetahui siapa yang membunuh orang tua mereka. Siwon dan Minho pun kembali dari aktivitas mereka. Mereka berkumpul di dorm SHINee. Mereka mulai menyusun rencana untuk membuat pembunuh itu keluar.

Breaking News
“Berita hari ini tentang dibukanya kasus tentang pembunuhan keluarga choi. Kasus yang sudah ditutup 7 tahun terakhir ini kembali dibuka karena ditemukannya bukti-bukti baru dan selangkah lagi dapat membawa si pembunuh tertangkap, berikut laporannya.” Kata seorang pembaca berita dari sebuah stasiun televisi.

@a home
Seorang pria yang sedang membuka-buka dokumen mendengar berita dibukanya kasus pembunuhan 10 tahun yang lalu, pembunuhan yang ia lakukan. Dia membanting semua dokumen, dia tidak menyangka kasus itu kembali di buka. Kasus yang ia tidak sadari bahwa ia pelakunya. Ia tidak tahu kenapa bisa melakukan hal keji itu. Yang ia tahu persaingan ketat suatu proyek besar sedang menantinya saat itu, tapi bencana datang karena proyek besar itu tidak bisa ia perjuangkan dan diberikan kepada perusahaan lain. Ia pun marah dan gelap mata. Dua orang tak berdosa terbunuh atas perbuatannya. Seorang anak kecil yang tidak berdosa harus melihat hal keji yang ia lakukan. Tapi ia tidak peduli. Tidak banyak yang harus ia lakukan, cukup membunuh saja. Seingatnya juga, tidak ada bukti yang ia tinggalkan.

@Choi home
SHINee, kwon dan Viter akan tidur di rumah keluarga choi hari ini. Kemungkinan orang itu akan melacak bukti-bukti yang baru didapatkan di rumah itu. Malam pun tiba, Jin si tertidur di ruang tempat dimana ibu dan ayahnya dibunuh. Siwon dan Minho menjadi patung yang ada di kamar itu. Sementara Viter bersiap dengan 5 anak buahnya mengawasi dari beberapa titik yang tidak terlihat. Member SHINee yang lainnya mengawasi melalui kamera yang sengaja mereka pasang di setiap sudut ruang. Kamera kecil itu sangat menguntungkan mereka karena pembunuh pasti tidak akan merasa jika ada kamera yang sedang mengintainya.
            Semuanya hening, tidak suara sedikit pun. Jin si sebenarnya takut, tapi dia berusaha menepis rasa takutnya. Kemudian ada seseorang mulai bergerak dari belakang rumah. Onew langsung memberitahu Viter. Semuanya mulai waspada, orang tersebut berjalan perlahan. Yang diketahui oleh orang tersebut bahwa tidak mungkin ada orang dirumah, karena dia sudah mengecek bahwa Siwon sedang berada di SM Town Singapore dan Minho sedang syuting Dream Team. Hanya Jin si yang mungkin berada di rumah, asal dia berhasil membunuh Jin si tidak ada lagi bukti hidup dari pembunuhan itu. Orang itu menaiki tangga, secara perlahan dia membuka pintu dimana ia sudah membunuh 2 orang di tempat itu. Dinyalakan lampu tidur yang berada di ruangan itu. Dia sedikit terkejut melihat seorang gadis tertidur di sebuah sofa. Dia pun sedikit berhati-hati, dia menelusuri setiap sudut ruangan, mencari bukti-bukti yang tidak sepatutnya tinggal dalam ruangan itu. Pintu dibuka ternyata itu kwon.
“apa yang sedang paman lakukan disini?” Tanya kwon yang membawa secangkir kopi.
“paman, tidak… paman hanya ,,,” Kwon Soo Moo tidak bisa berkata banyak.
“maksudnya?” Tanya kwon lagi.
“Sang woo, bantu paman sekarang. Paman sedang mencari sesuatu di tempat ini, sang woo kau tidak mau kan pamanmu masuk penjara, bantu aku sang woo.” Pinta paman soo moo.
“aku tidak menyangka paman akan melakukannya, paman tahu akibat perbuatan paman, seorang anak gadis yang tidak berdosa harus menerima sebuah trauma yang sangat berat. Apa yang paman pikirkan? Paman memiliki banyak perusahaan, apa karena 1 proyek saja paman bisa berbuat sekeji ini?” Tanya kwon dengan berlinang air mata.
“paman bersalah kwon, pada keluarga ini pada gadis ini.” Paman soo moo langsung membelai rambut gadis yang tidak berdosa itu.
“menyerahlah paman, biarkan anak-anakmu yang mengurus semua perusahaanmu, biarkan mereka yang bertanggung jawab atas itu, tebuslah dosa mu sekarang paman.” Kata kwon lagi.
“aku tidak bisa, aku tidak bisa sang woo. Aku tidak bisa menyerah sekarang. eh” Kata paman soo moo yang kaget melihat Jin si memegang tangannya. Jin si menatapnya tajam, Soo moo berusaha melepaskan tangannya tapi tidak berhasil. Jin si entah belajar dari siapa, dia mencekik dan langsung menindih paman soo moo. Paman soo moo langsung mengambil senjatanya dan menembak perut Jin si. Siwon dan Minho langsung melepas kostum mereka , mereka menghajar habis-habisan paman soo moo, Viter dan timmnya menghentikan minho dan siwon, Jin si berada di pelukan kwon sekarang, jin si tidak bisa bergerak.
“kwon , saranghaeyo… mianhae…” dengan mengeluarkan airmata, kwon tidak sanggup melihat semua itu.  Member SHINee datang, key melihat kondisi Jin si segera menelpon ambulans.
Minho dan siwon berlari ke arah adik mereka, mereka tidak sanggup melihat adiknya menahan rasa sakit itu. Minho meminta agar Jin si bertahan, siwon menutup luka adiknya agar darahnya berhenti keluar.
“oppa… opppa…” cari Jin si
“kami disini Jin si, kami disini.” Jawab Siwon dan Minho
“oppa, mianhaeyo…. Mianhaeyo…” pinta Jin si.
“anio,ani… andwae…” tangis minho pecah.
“appa… omma….” Jin si menyaut sambil melihat lurus ke depannya.
“andwae Jin si-ah,, Jin si-ah…. Menikahlah denganku…” kata Kwon yang membuat Jin si sebenarnya senang, tapi ia tidak mungkin bertahan.
“gomawoyo,,,,,,” Jin si mengucapkan kata-kata terakhirnya.

            Jin si meninggal malam itu juga, dia tidak bisa menahan rasa sakitnya. Jin si sekarang bersama kedua orang tuanya. Mereka bertiga selalu bersama, mereka selalu memperhatikan Minho dan Siwon dari langit. Kata orang tua Jin si, kini mereka tidak khawatir lagi, karena Jin si sudah bersama mereka disini, dan oppa-oppanya bisa tetap bekerja mengelola semuanya. Minho dan Siwon sangat terpukul tapi mereka harus bisa mengikhlaskan adik mereka. Setiap hari mereka mengunjungi makam Jin si dan orang tua mereka, hal itu juga dilakukan oleh Kwon. Kwon menyesal sekali, kehampaan pun dirasakannya. Begitu juga yang dirasakan Jin si dari alamnya, tetapi Jin si selalu berharap Kwon bisa menemukan wanita yang baik untuknya. Jin si meminta pada Tuhan agar mengirimkan Kwon gadis yang baik untuknya. Tuhan pun mengabulkan doa Jin si 2 tahun kemudian. Kwon berpacaran dengan gadis itu sekitar 2 tahun kemudia mengajaknya menikah. Jin si tersenyum, Minho dan Siwon pun kini sudah menikah, rasanya tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Keadilan akan tetap adil, kebenaran pasti yang terungkap, seberapa pintar bangkai di sembunyikan pasti akan tercium juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar