Senin, 03 September 2018

01 FF It's Real My Life

Annyeong, kali ini aku buat FF tntang shinee… hehehe karena Cuma itu yang ku tahu wkwkwkwk…

Author : Rosa a.k.a. author
Cast :     Song Soo Neul as You,
                Choi Minho as Minho
                Kim Joon as Joon
                Lee Jinki  as Onew
                Kim Kibum as Key
                Lee Taemin as Taemin
                Kim Jonghyun as Jjong
                Kim Hyun Joong as Hyun
Tittle : It’s real my life

Your POV,
                Ternyata kehidupan ini sunguh melelahkan, menyesal dulu aku ingin menjadi seorang penyanyi. Perkenalkan namaku Song Soo Neul, aku tinggal di dorm SHINee itu saat aku masih duet barengan mereka, tapi sekarang aku sudah berpindah dengan 2B1g. 2B1g adalah 2 Boys and 1 Girl, SM Entertaiment mengumpulkan kami bertiga karena karakter suara kami. Kami tinggal bersama di dorm, aku tidak khawatir dengan mereka, karena mereka sudah seperti kakak bagiku. Yang paling kusenangi, Dorm kami hanya sebelahan dengan Dorm SHINee, jadi aku masih bisa melihat Minho oppa yang kupuja hehehehe….
                Hari ini ada latihan untuk album kami yang akan keluar bulan Januari nanti.
At Dorm :
Soo Neul POV,
“Ini jam ku untuk mandi bebas dari gangguan namja-namja itu, aku akan mandi sepuasnya.” Tidak lama suara pintu digedor dan terdengar seorang pria sedang kebelet *wkwkwk… joon joon*…
“yaks Soo Neul, sampai kapan kau akan dikamar mandi? Aku juga mau masuk!!!” Teriak Joon dari luar kamar mandi dan sedang menahan sesuatu yang akan keluar yaitu makanan yang sudah dimakannya.
“Yaks, oppa, kau baru saja merusak mandi bebasku”. Kataku sambil membuka pintu kamar mandi dengan kasar.
“Kau mandi atau … ahh,, aku sudah tidak tahan.” Kata Joon Terputus dan langsung masuk kekamar mandi.
“hahahhahah” Tawaku pecah…
“yaks kau jangan tertawa diatas penderitaanku”. Teriak Joon dari dalam Kamar Mandi.
“Soo Neul-ah, Joon hyung waeyo?” tanya Hyun oppa.
“Entahlah, sepertinya…. ASTAGA !!!! Jangan-jangan dia makan-makananku yang baru saja kubuat tadi, itu kan makanan pencuci perut untuk Onew oppa hahahhaha… siapa suruh rakus hahahha!!!” Kataku ngakak menahan tawa.
At Ruang makan
Joon POV
“Sialan makanan apa itu, aku berjanji tidak akan memakannya lagi”. Umpatku.
“Tenang oppa, kalau yang ini tidak ada obat pencuci perutnya, seharusnya kau bertanya dulu, itu makanan apa, bukan langsung memakannya”. Kata Soo Neul dengan senyum mengejek.
“Hmm”. Kata joon dengan nada malas.
*anak itu, apa tidak ada kerjaan lain selain mengerjai orang, yeoja aneh…* kataku dalam hati.
“Sudahlah lupakan saja, ayo kita pergi. Kita sudah ditunggu.” Kata Hyun hyung.

Ditempat latihan ;
Hyun Joong POV
“Sungguh lama?” Kataku kepada 2 anggotaku.
“Nee. Hmm Soo Neul-ah, apa kau lelah?” Tanya Joon oppa.
“Ah, Anio.. hanya saja ….” Soo Neul langsung tak sadarkan diri.
“Soo neul-ah, soo neul-ah…” Aku memanggil namanya dan brusaha menyadarkannya, tetapi yang kudapati hanya badannya panas, dia demam.
“Bawa dia pulang, kita langsung menelpon Dokter Kim, untuk memeriksanya.” Kata Joon dan langsung mengangkat Soo Neul kemobil.
*ada apa dengannya, apa dia terlalu lelah, tapi apa sesering ini dia pingsan. Joon, dia hanya melihatnya satu kali seperti ini, pasti tidak akan khawatir. Tapi ini, aku sudah melihatnya sering. Member shinee pun juga, terutama Onew dan Minho hyung. Ada yang tidak beres kah dengannya?* kataku dalam hati.

At Dorm ;
Author  POV
Stiba di dorm mereka langsung mengendong Soo Neul kekamarnya. Soo Neul tertidur sangat pulas, sampai-sampai seperti orang mati apalagi dengan wajahnya yang pucat.
“Soo Neul ada apa denganmu? Kenapa kau tidak bilang kalau kau lelah … paling tidak kan kita bisa istirahat sebentar saat latihan”. Kata Joon oppa dengan nada sedih.
“Dokter Kim sudah datang.” Kata Hyun Oppa.
“Apa yang terjadi sebelumnya hingga dia pingsan seperti ini?” Tanya Dokter Kim.
“Kami latihan full, kami juga salah tidak menanyakan apakah dia lelah waktu latihan, jadi waktu pulang, kami menanyakan hal tersebut, dia jawab tidak tapi tiba-tiba langsung pingsan”. Jelas Hyun oppa.
“Mana Onew, jjong, key, minho dan taemin, aku mau bicara dengan mereka!”. Perintah Dokter Kim.

At Shinee Dorm ;
“Onew-a, kalian semua dipanggil dokter Kim,Soo Neul pingsan”. Jelas Hyun sambil terengah-engah.
“Lagi??” Kata Jjong oppa dengan muka kaget.
“Baik, ayo kita kesana .” mengajak semua member dengan muka panik.
At 2B1g dorm ;
“Kau sudah sadar…” Kata Joon oppa dengan wajah yang lumayan legah karena Soo Neul telah sadar.
“Aku kenapa?” Tanya Soo Neul yang bingung dan mencoba untuk duduk namun ditahan Joon oppa.
“Jangan ! kau tiduran saja. Istirahatlah kau terlihat lelah.” Kata Joon.
“Dia sudah sadar?” Kata Hyun oppa kepada Joon.
“Nee …. Dokter apa yang terjadi padanya?” Kata Joon lagi.
“Kalian memang seharusnya tau, apa yang terjadi padanya. Ingatkah kalian waktu konser Feat kalian dulu dia terjatuh dari panggung karena dilempar sama anti fansnya. Sepatu tepat mengenai pembuluh darah, sehingga pecah dan menggumpal. Kami telah mengobatinya, namun akan beda sudah kinerja sarafnya tidak akan seperti dulu lagi. Dia berusaha untuk kerja optimal tapi tidak boleh sedikit lelah, karena itu akan membuat sel sarafnya melemah dan membuatnya pingsan. Yang paling berbahaya, kalau dia lelah dan kurang tidur, bisa saja dia pingsan tapi pingsan tersebut malah merenggut nyawanya, karena pembuluh darah yang terputus dari selnya atau malah terjadi lebih parah. Dia tidak mau menceritakan ini pada kalian karena tidak mau kalian nanti terbebani olehnya.” Jelas Dokter.


Diruang tamu ;
“Aku tidak percaya lemparan itu membahayakannya. Dia sangat bahagia, baik dan …. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.” Isak Onew sambil menangis histeris.
“Dia memiliki suara yang halus, dia serius saat bernyanyi, belajar, dia ramah pada siapa saja. Bahkan orang yang melemparnya itu tak dihukumnya.” Kata Jjong yang masih tidak percaya.
“Dia memiliki selera fashion yang tinggi, tapi tetap saja dia tidak mau membeli harga baju glamor itu. Katanya sederhana lebih baik. Dia juga pintar nge-rap. Dia senang membuat kue, membantuku memasak. Dan pastinya dia tidak suka makanan panas.” Kata Key yang menitikkan air mata.
“Dia rela berpanas-panasan demi menemaniku olahraga bola, dia memberikanku hadiah bola kaki yang dipegang oleh kura-kura agar aku tetap semangat. Ketika aku sakit, dia menjaga tanpa terlelap sedikitpun. Aku pulang dari Jepang tengah malam, yang lain sudah pada tidur, tapi dia menungguku dan membuatkanku secangkir coklat panas. Aku bertanya, mengapa kau tidak tidur saja? Dia menjawab, aku mau yang pertama kali membuka ole-oleku adalah aku bukan yang lain. Boneka kodok besar, kubelikan untuknya. Katanya itu sangat bagus. Sampai-sampai kemana-kemana selalu dibawanya.” Kata Minho sambil memeluk boneka kodok yang diberikannya pada Soo Neul.
“Soo Neul, dia seperti yeobo ku, karena kami kseringan main happy family. Aku selalu memeluknya kalau dia sedang sedih karena rindu dengan orang tuanya. Dia tidur dibahuku saat perjalanan darat. Aku bahkan menggendongnya saat melewati cacing-cacing di permainan brave di Incheon. Dia menangis dan hampir pingsan karena itu. Tapi, akirnya memang pingsan juga, karena MC malah melempar cacing tersebut, ditambah dikatakan masuk kedalam bajunya. Setelah dia pingsan, dia bilang bisakah kita ganti permainan, aku takut. Aku kasihan melihat wajahnya waktu itu. Rasanya aku seperti ikut masuk ke dunianya,” kata Taemin sambil bersender di sofa.
“Dia usil, jail sekali, kerjanya adalah memperhatikan hapenya. Dia tidak pernah absen untuk menelpon orang tuanya. Dia curhat padaku, kalau dia ingin pulang. Tapi SM tidak mengijinkannya. Aku melihatnya bersujud dikaki Soo Man, dan mencium kakinya. Tapi, Soo Man tetap tidak mau. Sampai kejadian mematikan itu datang, Soo Man bahkan mengatakan anak ini aku bangga padamu, maafkan aku.” Kata Hyun oppa yang sebenarnya menyimpan rasa pada Soo Neul.
“aku tidak tau, apa yang harus kukatakan tentangnya. Aku sedih, aku ingin dia sembuh.” Kata Joon oppa.
“Kita buat dia bahagia. Kita harus menjaganya.” Kata Onew.
“Apa aku akan mati segera, sampai-sampai kebaikanku kalian hafal. Aku tidak akan mati sebelum aku bisa mencium psanganku selama 1 jam hahahaha ide gila bukan?.” Kata Soo Neul yang rupanya mendengar apa yang mereka bicarakan sejak tadi.
“kau tidak akan mati sebelum aku bisa membalas kejailanmu.” Kata Onew oppa dengan wajah sebel sedangkan dalam hatinya dia sangat menangis.
“baiklah, ayo tidur, sudah malam. Joon oppa bukannya kita ada latihan lagi besok?” kata Soo Neul dengan senyum cerianya namun berbeda dengan hatinya yang sangat takut.
“iya.. ayo kita tidur.” Jawb Joon dengan sekenanya.
“Bisakah kami menginap disini?” Tanya Onew kepada Hyun.
“ah tentu saja, kamar diatas masih kosong tidurlah ditempat itu.” Jawab hyun sambil menunjuk keatas arah anak tangga.

Tengah malam ;
Minho POV
“Dia menangis, dia merindukan orang tuanya. Di saat ini merekalah yang sangat dia butuhkan. Tidak bisakah launching album itu diundur hingga bulan maret. Aku harus membicarakannya pada Soo Man-ssi”. Kataku dalam hati sambil melihat Soo Neul menangis di Balkon.
“Sudahlah jangan berdiam diri saja disitu, aku sudah mengetahui kedatanganmu,oppa.” Kata Soo Neul sambil tersenyum tipis dan menghapus air matanya.
“Kau sangat peka, seperti kucing hahhahahha”. Tawaku memecahkan kesunyian malam.
“ssstt jangan terlalu nyaring, nanti yang lain bangun.” Perintah Soo Neul dan sukses membuatku diam sejenak lalu tertawa terkekeh kekeh.
“Duduklah disini, disini sungguh sejuk.” Kata Soo neul yang sebenarnya kedinginan.
“Ayo masuk, disini dingin.” Kataku dan menghampirinya ditempat duduk itu. “ayo.” Kataku lagi.
“Baiklah malaikatku heh”. Soo Neul berdiri tapi aku tak sanggup lagi, aku langsung memeluknya.
“Jangan menjauh dariku, aku .. aku .. aku.. tak sanggup untuk kehilanganmu Soo Neul. Kau adikku yang sangat kusayangi. Aku tak pernah punya adik perempuan, tetapi saat melihatmu, aku langsung….” Aku menangis sejadi-jadinya.
“Oppa, Gwenchana, aku tidak akan meninggalkan kalian. Tapi ini sudah kehendak Tuhan. Aku tidak bisa menolaknya.” Soo Neul pun menangis.
“Bisakah aku memelukmu seperti ini terus?” Aku tak ingin melepaskannya, aku masih ingin memeluknya.
“Nee, lakukanlah.” Soo Neul memelukku dengan erat tapi kali ini sungguh seperti tidak ingin melepaskanku. *wah bakal digampar flamers nih sih soo neul wkwkwk (author ini cerita serius bukan komedi ya!)*….
Perlahan mengapa tubuh Soo Neul semakin berat. Aku menunduk dan melihatnya, ternyata dia pingsan. Aku ragu membawanya kedalam dorm. Mungkin lebih baik kami disini dan melihat matahari terbit. Bukannya ditempat ini bisa melihat matahari terbit. Aku membuka sweaterku lalu memakaikan ketubuhnya. Aku duduk sedangkan dia dipangkuanku tertidur lelap. Aku memeluknya seakan tak ingin melepaskannya, perasaan apa ini. Aku ingin memilikinya lebih dari saudara? Tapi tidak mungkin, Soo Neul sangat menyukai Hyun hyung, tapi dilain sisi Hyun hyung tidak menyukainya karena lebih suka  Kim Hyuna noona. Dilain sisi Onew dan Key hyung menyimpan rasa yang sama padanya. Apa ini? Permainan cinta yang tidak mungkin. Hah lupakan, yang sekarang yang bisa ku lakukan adalah membuatnya senang dan ceria.
“hah sudah pukul stengah 7 ini saatnya.” Kataku dan bersiap membangunkan Soo Neul. “Soo Neul-ah, Soo Neul-ah… bangunlah sudah pagi.” Kataku sambil memukul pelan pipinya.
“he, kenapa?” Tanya Soo Neul dengan wajah pucat dan membuka matanya perlahan.
“Ayo kita lihat matahari terbit.” Ajakku.
“Dimana?” Tanyanya sambil mengucek matanya.
“Disampingmu sekarang, tapi jangan aku yang kau liat, nanti kau malah menyukai matahari seperti ku.” Godaku yang sukses membuatnya tertawa terbahak-bahak.
“hahahha, tapi mengapa kau memangku ku sperti ini?” Tanya Soo Neul dan langsung berpindah kesamping dengan wajah merah.
“ah, kau tertidur dipangkuanku saat tengah malam, bahkan aku tak berani membangunkanmu atau memindahkanmu”. Kataku dengan sejuta alasan.
“ah nee, ah  itu matahari terbitnya.” Katanya sambil melihat matahari yang terangkat didepannya.
“indah sekali.” Kataku sambil memandang wajah Soo Neul, bukan matahari lagi yang kupandangi.

Your POV
Aku mendengar seseorang sedang memanggil namaku, suara itu tidak asing ditelingaku.
“he, kenapa?” Tanyaku dengan kepala yang sedikit pusing.
“Ayo kita lihat matahari terbit.” Ajak Minho oppa.
“Dimana?” Tanyaku sambil mengucek mataku.
“Disampingmu sekarang, tapi jangan aku yang kau liat, nanti kau malah menyukai matahari seperti ku.” Goda Minho oppa yang sukses membuatku tertawa terbahak-bahak.
“hahahha, tapi mengapa kau memangku ku sperti ini?” Tanyaku dan langsung berpindah kesamping dengan wajah merah.
“ah, kau tertidur dipangkuanku saat tengah malam, bahkan aku tak berani membangunkanmu atau memindahkanmu”. Kata Minho oppa sambil tersenyum tipis.
“ah nee, ah  itu matahari terbitnya.” Kataku sambil melihat matahari yang terangkat didepanku.
“indah sekali.” Kataku sambil memandang matahari terbit, tanpa kusadari Minho oppa memerhatikanku.
“Mengapa memerhatikanku seperti itu? Apa aku terlalu cantik hingga oppa memerhatikan sampai kelekuk wajahku?” Tanyaku Ge-er.
“Ayo kita masuk, udara pagi sangat dingin.” Minho beralasan yang tidak masuk akal.
“hahahhahah…. Sudah jangan beralasan begitu oppa, akui saja. Aku tidak akan marah juga. Tapi pastinya oppa akan malu, hahahahha… ayo kita masuk.” Candaku yang ditanggapi dengan wajah merah Minho oppa.

Minho POV
Yeoja ini, dia sangat peka. Aku sampai malu dibuatnya. Tapi, asalkan dia tertawa dan bahagia. Aku akan sangat senang. Tetapi, jalannya itu, seakan-akan melayang. Sudahlah lupakan saja. Mana mungkin.

Author POV
“Apa hari ini kau yakin akan latihan? Kau kan tidak boleh lelah?” Tanya Hyun oppa pada Soo Neul.
“ah, nee, gwenchana. Aku kan tidak mau membebani kalian. Lagian aku masih sehat kok.” Jawab Soo Neul senang tanpa ada beban sedikitpun.
“baiklah. Eh, ada telpon dari Soo Man-ssi. Yeobosseo, ah nee, Kansahamnida.” Joon mengakiri telponnya.
“Ada apa dia menelpon kita?” Tanya Hyun Oppa serius.
“Katanya kita tak usah latihan sampai bulan Desember Tahun Baru. Katanya launching kita beserta promo diundur hingga bulan februari tepatnya hari valentine baru kita launching. Kita diberi jatah istirahat sekitar sebulan mulai tanggal 1 Januari 1 februari.” Jelas Joon lalu memakan roti panggangnya.
“apa karena aku?” tanya Soo Neul dengan muka curiga.
“ah anio, kami tidak memberi tahunya. Member shinee pun mungkin juga sama. Soalnya mereka tertidur lelap kmarin malam”. Bantah Hyun oppa yang sebenarnya tau kalau itu adalah rencana Minho.
“oya aku lupa, Soo Man bilang pelatih kita harus segera ke Jerman, karena ada urusan penting, lagi pula pasti dia menonton orchestra lagi.” Joon berusaha membantu hyun oppa untuk meyakinkan Soo Neul.
“oh, jadi begitu. Baiklah. Jadi kita libur.” Kataku semangat.
“Kami juga loh…” Kata Onew oppa dengan  nada gembira. “Ternyata pelatih kalian sedang bersama pelatih kami.” Sambungnya lagi.
“Bagaimana kalau kita berlibur ke Pulau Jaejoo?” Tanya Soo Neul dengan wajah berharap.
“Oh nee, kita pergi sekarang?” Tanya Hyun.
“OKEY.” Kata Taemin dan Jjong serentak dan #plakk.. di jitak key.
“jangan memasang namaku dibelakang kata itu.” Key cemberut.

Didalam Mini Bus ;
Author POV
Didalam bus mereka diam, tak ada satu kata yang keluar dari mulut mereka.
“Huh bahagianya, ya Tuhan akankah ini bisa terjadi lagi. Aku merassa waktuku sudah tidak lama lagi” Kata Soo Neul dalam hati.
“Ya semua, inikan liburan sekaligus natal bersama kita di pulau Jaejoo, seharusnya kita bergembira bukannya murung dan diam seperti ini.” Semangat Key dan kemudian diikuti Taemin (anak sama mama dasar bug dihajar key).
“Baiklah kita mau nyanyi apa, agar semua menikmati perjalanan ini?” Tanya Jjong dengan semangatnya yang nyaris membuat Joon teman duduknya seperti orang jantungan.
“full of happinessnya Super Junior, bagaimana?” Tanya Minho yang sukses membuat snack yang dimakan onew terjatuh, padahal bagian snack yang akan dia gigit itu adalah bagian terenaknya, dan kini telah terjatuh kelantai. *hahahahaha*
“Yaks kau Minho? Itu bagian snack yang sangat enak, mengapa kau malah membuatnya terjatuh.” Onew terlihat sedih sangat menghayati snack yang terjatuh itu.
Melihat hal itu Soo Neul tertawa sampai-sampai sakit perut. Semua yang melihat Soo Neul tertawa pun ikut tertawa, yang ada didalam hati member shinee dan 2B1g asalkan dia tertawa dan melupakan sakitnya itu sudah membuat kami sangat bahagia.
“nae moriga neomuna nappaseo neohappake nan moreugo, tareun sanameun pogoitnun neon ineon naema-eumdo moreugetji. Neoui harue opptgetjji tto chu’eokjoch’a eopgetjiman, neoman dwaetmoseubeul poneungeot donan haengbokiya……….*panjang, kalian nyanyi sendiri aja ya? Heheheh*” Hyun oppa memetik gitarnya dan memainkan lagu Because I’m Stupid di dalam bus.
“Aku terharu, melihat kau sangat antusias menyanyikan reffnya untuk ku hahahaha”. Taemin muncul dengan bunga seperti parody, Soo Neul pun langsung tertawa dan tiba-tiba bus berhenti.
“ayo semua., kita sudah sampai.” Teriak Onew dengan loncat kegirangan sambi memegang snacknya.
“wah cantiknya, aku ingin keliling, temani aku ya?” Kata Soo Neul yang memang baru pertama kali pergi ke Pulau Jaejoo sedangkan yang lainnya sudah pernah dan sering lagi.
“Ayo, kita jalan-jalan tuan Putri.” Kata Minho lalu menggandeng tangan Soo Neu *huah pengen, langsung muncul anti fans untuk author.na hahahh*
“baiklah pangeran kura-kuraku.” Kata soo neul dan membalas gandengan minho.
*aku cemburu* kata joon daam hati.
“ayo temani dia” ajak jjong dengan raut wajah tersenyum tipis. *Minho itu, kenapa jadi sangat dekat dengannya, bukannya dia bilang hanya saudara saja, tapi mata  itu ada yang lain.* kata Jjong dalam hati.

Minho POV
“Bukannya kau berulang tahun besok? 1 Januari bukan?” Tanyaku yang membuatnya tersenyum lebar kepadaku.
“iya, ternyata oppa ingat, aku kira sudah lupa. Aku ingin meninggal, ditempat ini. Penuh dengan bunga. Aku menyukai bunga ini.” Kata Soo Neul dan memetiknya lalu menyelipkannya didaun telingaku.
“kau ini, tidak boleh begitu.” Kataku dan kembali melepaskan bunga itu dari daun telingaku.
“tapi aku sudah bisa merasakannya kalau itu sudah dekat. Ayo kita foto-foto, kapan lagi kau akan berfoto dengan putri cantik sepertiku, nanti tak ada lagi kesempatan itu hahhahaha.” Kata Soo Neul lalu mengambil kamera dari tasnya.
“Ya, kalian mengapa tidak mengajak-ajak kalau ingin foto-foto. Akukan ingin juga.” Kata Key dengan narsisnya.
“gantian. Aku ingin foto berdua dengannya, nanti kita berdua lagi key oppa.” Soo Neul langsung dengan gaya narsisnya bersamaku dengan key yang memotret kami berdua.
“sekarang giliranku!” Kata Key dengan wajah senang.
“baiklah oppa.” Kata Soo Neul lalu menyuruh minho untuk memotret mereka berdua.
“Semua sudah berfoto dengan Soo Neul, tapi kita belum berfoto bersama-sama. Heh liat ada seorang noona, bagaimana kalau kita minta tolong padanya?” Kataku lalu menghampiri noona tersebut bersama Soo Neul.
“Onnie, bolehkah aku meminta tolong padamu untuk memoto kami semua, mohon untuk kali ini saja?” Minta Soo Neul dengan nada memelas.
“Oh mwo? Mengapa kau sangat pucat?” Tanya Noona itu pada Soo Neul.
“Aku salah pake make-up.” Alasan Soo Neul.
“Oh nee, ayo.” Kata Noona itu lalu Aku memberikan kamera tersebut padanya.
“SHINee and 2B1g, kalian ini gayanya sungguh narsis. Ayo aku ajak keliling jaejoo, dan kalian bisa berfoto-fto lagi.” Kata Noona tersebut setelah selesai memotret kami.
“ah anio. Kami mungkin disini saja.” Tolak Hyun.
“Ah, nee, mungkin kalian punya acara sendiri dan baru akan jalan-jalan besok. Baiklah aku pergi dulu ya. Soo Neul, sepertinya tidak akan kembali.” Lalu Noona tersebut pergi tanpa memberitahukan namanya.
“apa maksudnya? Apa mungkin dia bilang aku takkan pernah kembali kedorm lagi?” Tanya Soo Neul padaku.
“itu kalau kau tidak punya ongkos untuk pulang.” Canda Joon yang membuat semua tertwa.
“oppa, aku capek. Gendong”. Minta Soo Neul Manja yang tanpa pikir panjang aku langsung menggendongnya.
“Kau ini sangat berat, mungkin kalau menggendongmu setiap hari pasti tidak perlu ngegym lagi hahaha.” Kataku yang berusaha mengoloknya.
“kalau begitu turunkan saja, aku akan menguruskan badanku dulu hingga ringan lalu meminta oppa untuk menggendongku lagi.” Balas Soo Neul lagi.
“Ya kalian berdua, mengapa seperti orang yang sedang pacaran saja?” Tanya Taemin dan Joon serentak dan membuat semua melihat mereka berdua.
“kalau pun pacar, dia tidak akan lolos. Liat saja apa yang dilakukannya tadi. Menghina bobotku yang Cuma 47kg.” Kata Soo Neul dan aku langsung menggendong dan menaruhnya dipundakku, lalu berkata “siapa yang bisa mendapatkanku dengan soo neul maka aku tidak berpacaran dengannya, jika tidak maka soo neul akan menjadi pacarku.” Teriakku dan langsung membuat semua berlari kecuali Hyun hyung.
“ada-ada saja.” Kata hyun lalu berjalan sendiri.

At penginapan
Author POV
“Tak ada yang bisa mendapatkan kita, sampai dipenginapan, berarti sekarang kau sudah menjadi pacarku, chagiya ku.” Kata Minho bangga.
“hahahahaha… betulkah? Aku pasti sedang sial karena berpacaran denganmu.” Kata Soo Neul dan Minho langsung tertaw ngakak.
“Kau harus melihat flaming karisma ku dengan itu kau pasti luluh.”  Lalu menurunkan aku dari bahunya.
“aku pusing…” lalu Soo Neul terjatuh dan memeluk minho di depannya.
“kita istirahat sebentar.” Sambil membopong soo neul ke sofa.
“aku rindu ummaku, kapan aku bisa bertemu dengannya? Bisakah kita pergi menjenguk ummaku, oppa?” tanya Soo Neul dengan tampang sedih.
“aku pun tak bisa mengiyakanmu. Kita tanya yang lain ya?” Jawab Minho member lain yang baru sampai langsung berkomentar serentak.
“aku juga.”
“ya sudah tak apa, aku akan menelpon umma untuk memberi kabarku hari ini.” Kata Soo Neul sambil tersenyum lalu berjalan perlahan kekamar.

Di kamar ;
Your POV
“Halo, umma?” kataku sambil tersenyum tepis dibalik semua yang menimpaku.
“hallo, apa kabarmu sayang hari ini?” tanya umma.
“aku baik-baik saja, umma sebenarnya ada jatah libur, tapi pihak SM tidak mau aku terlallu jauh untuk pergi berlibur. Aku mau umma kesini menemaniku disini, aku rindu sama umma, mau kah umma?” tanyaku dengan nada berharap.
“umma mau saja, tapi umma sedang sibuk sampe 3 hari kedepan. Jadi 3 hari setelah hari ini umma akan berangkat ke korea. Dan jangan lupa pria-pria yang bersamamu itu harus menjagamu dengan benar. Mana mereka umma mau bicara dengan mereka?” kata umma dan langsung saja aku berteriak memanggil mereka.
“Nee ahjumma, waeyo?” Kata Hyun yang mewakili mereka berbicara.
“jangan berbuat yang macam-macam padanya, jaga dia seperti kau menjaga anakmu. Ingatkan dia untuk makan, kalau dia merindukanku tolong hibur dia. Aku titip dia.” Kata Umma lalu disambut hormat dengan semua member.
“baik ahjumma.” Serentak semuanya menjawab.
“Soo Neul, jaga dirimu.” Kata Umma.
“Umma juga jaga diri, kalau soo neul nda bisa liat umma disana, asalkan umma sehat , soo neul sudah sangat bahagia.” Kataku yang mencoba menahan air mata.
“iya sayang.”
“baik-baik ya umma.” Kataku lalu menutup telpon.
“anak itu kenapa begitu aneh ditelpon hari ini.” Kata Umma diseberang telpon dengan masih menggenggam telpon.
“makanan sudah datang.” Onew yang datang dengan membawa ayam goreng .
“ayo makan.” Kataku yang membuyarkan lamunan member lain yang melihatku sedih.
“ayo.” Kata mereka nyaris bersamaan.
*sakit sekali, sesak, andai saja kejadian itu tidak menimpaku, andai saja waktu bisa berputar.*

Flashback ;
Author POV
Music lucifer mulai bergeming, onew pun langsung menyanyikan part awalnya. Tapi baru saja Soo Neul ingin memulai partnya bersama dengan Jjong sesuatu melayang ke udara, sepatu berhak 11cm  mendarat tepat dikepala soo neul dan membuat tragedi panggung berdarah. Para shawol pun berteriak histeris, padahal para shawol sudah bisa menerima Soo Neul hanya untuk duet tapi tetap saja masih ada anti. Semua member panik, minho langsung menggendongnya ke belakang panggung.  Kepalanya mengeluarkan banyak darah segar. Mereka langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat SBS. Nyawanya sempat kritis, bahkan dia harus dioperasi.
Flashback end.
“jangan melamun nanti ayam ini oppa makan loh.” Kata Onew dengan tangan ingin mengambil yang masih utuh ditanganku.
“hmm…” kataku mengiyakan.
“gomawo.” Kata onew lalu mengambil ayam goreng tersebut dan menghabiskannya dengan 2 kali gigit *kbayang gag rakusnya si onew wkwkwkwkwk*….
“hyung emang maniak. Ini makan ku punya saja.” Jjong menawarkan ayam goreng padaku.
“hmm, aku ke dapur dulu ya.” Kataku lalu berjalan.

Di Dapur ;
Soo Neul POV ;
“aku merasa tidak enak, padahal ini adalah malam tahun baru. Hmm, oya bukannya sungmin oppa juga berulang tahun malam ini ya. Aku sampai lupa hahahaha …” aku tertawa dalam hati.
“kenapa ini? Ya Tuhan, jangan sekarang, sakit, aku tidak kuat menahannya. Ya Tuhan, ini sakit aku tidak dengan rasanya. Appa……”kesadaranku semakin pudar, aku pun terjatuh.

Jonghyun POV ;
“Aku ke dapur saja membantunya, lagian aku juga akan langsung menyatakan perasaanku hehehehe.” Katanya dalam hati dan tersenyum licik. Aku berjalan menuruni tangga, tapi betapa terkejutnya aku ketika kulihat seorang wanita sudah terbaring tak berdaya dengan wajah yang pucat pasih. “SOO NEUL”. Teriakku yang sangat menggelegar dan semua member langsung secepat kilat turun.
“Jangan pergi dulu soo neul.” Isakku. “mobil, kita harus membawanya ke rumah sakit.” Kataku lalu menggendongnya.

Minho POV ;
“Aku tak percaya, dia…. Jangan ambil dia dulu Tuhan.” Kataku dalam hati sambil menyetir.
“Soo Neul-ah, jangan pergi, 1 jam lagi ulang tahunmu. Soo neul-ah, jangan lupa kau pernah berjanji untuk datang ke Pernikahanku nanti.” Hyun oppa terisak sangat sedih.
“sudah sampai, cepat gendong dia masuk.” Kataku langsung keluar dari mobil dan mencari suster.

Ruang ICU ;

Author POV ;
Semua member menunggu dengan sangat khawatir, bahkan taemin, key, onew tak henti-hentinya menangis. Sedangkan hyun oppa sedang menelpon pihak S.M. entertaiment untuk memberi keadaan Soo Neul. Member super junior yang hanya 10 orang pun datang, dengan wajah tak kalah sedih. Semua member super junior menangis. Tapi, tak selang beberapa lama, dokter keluar dari ruang ICU tersebut. Dengan sigap, joon memberhentikan langkahnya lalu menanyakan semuanya.
“Bagaimana keadaannya, Dok?” Tanya Joon yang berdiri tepat didepan Dokter.
“Dia sudah sadar tapi tolong dia sangat lemah, saya tidak dapat berbuat banyak, karena penyakitnya sudah semakin parah.” Jelas Dokter kim.
Tanpa basa-basi, semua masuk lalu. Tapi, belum sempat mereka masuk, Soo Neul telah dibawa keluar, untuk pindah ke ruang VIP. Mereka pun mengikutinya, Soo Neul tersenyum manis, seakan-akan tak takut apa-apa.

Ruangan VIP ;

Author POV ;
Soo Neul memanggil semua member satu persatu untuk mengelilinginya. Dia merasa waktunya sudah tidak lama lagi. Hyun yang telah menelpon umma soo neul, langsung shock, umma pun langsung mengatur penerbangan secepat mungkin ke Seoul. Semua pun berkumpul.
“Hyun oppa, selama bersamamu, aku merasa sangat senang, oppa benar-benar menjagaku. oppa mematuhi apa kata umma, oppa juga mengajariku main gitar, piano dan biola. Aku sangat senang bisa dekat dengan oppa, mendekatlah, mmuuaaccchhh.” Soo neul mencium pipi Hyun oppa, lalu dibalas dengan ciuman di jidat Soo Neul.
“Joon oppa, oppa sangat baik padaku, walaupun aku sering menjaili oppa, kelak pasti oppa akan menemukan wanita yang baik untuk oppa. Aku belajar rap dengan sungguh-sungguh karena aku tidak mau mengecewakan oppa. Oppa, kelak kalau kita bertemu lagi, ijinkan aku jadi adikmu, aku ingin selalu bersamamu oppa. Mmuuaacch…” Soo Neul mencium pipi joon oppa, tapi ketika joon oppa mau membalasnya, dia malah menangis dan membasahi kening soo neul.
“oppa kalian sangat baik, super junior adalah hal yang hebat yang pernah diciptakan, khususnya untuk leeteuk oppa, oppa adalah leader yang sangat sabar dan sangat hebat bagiku. Seandainya bisa mengenal oppa lebih lama, kelak aku berduet denganmu. Tapi, mungkin dilain kehidupan aku akan melakukannya.” Soo Neul yang dikelilingi member super junior, dan siwon yang tak henti-hentinya berdoa. Teuki oppa memegang tangan Soo Neul dengan erat sungguh tak ingin melepaskan tanganya.
“Taemin oppa, jangan nakal ya, jangan seperti kyu oppa. Kasian onew oppa jika, oppa terus nakal dan tidak mau mendengarkannya. Taemin oppa, kelak oppa akan menjadi orang yang hebat. Aku percaya itu.” Soo Neul pun mulai lelah.
“Key oppa, jjong oppa, onew oppa, jika aku benar-benar pergi, jaga minho ku, aku tidak mau dia terluka atau apapun. Jangan biarkan dia melakukan hal-hal buruk seperti melukai hati para flamers. Aku akan sangat sedih jika itu terjadi. Oppa, kalian sangat baik padaku, kalian menemaniku, mengajariku, mengajakku jalan-jalan, kalian bahkan tidak mau berjalan sendiri karena takut tersasar. Padahal aku tidak akan tersasar karena disetiap langkahku, aku meninggalkan jejak, agar tidak tersasar.” Soo Neul terliat smakin lemah, kesadarannya mulai pudar. Padahal dia masih ingin membicarakan sesuatu dengan Minho dan pastinya umma serta ulang tahunnya yang tinggal 5 menit lagi.
“Minho oppa, jaga ummaku, kelak aku tak bisa bertemu dengannya lagi, aku sudah tidak kuat lagi oppa, sekarang aku bisa melihat appaku yang sedang berdiri disampingku. Sebelum aku pergi, aku meninggalkan sesuatu untukmu, kuharap oppa membacanya.” Soo Neul mengambil secarik kertas dari sakunya lalu memberikannya pada minho oppa. “saranghaeyou oppa hah.” Soo Neul menarik nafas terakhirnya lalu semua orang didalam ruangan itu menangis pecah.

Soo Neul meninggalkan kenangan bagi para shawol, rose (fans soo neul), dan fans 2B1g, serta orang-orang yang ia bantu semasa hidupnya. Bahkan Soo Neul di beri penghargaan atas  kerja kerasnya. Masih banyak artis yang tidak percaya dengan meninggalnya Soo Neul, hal itu dikarenakan mereka sangat mengenal Soo Neul dengan segala keramahannya. Bahkan Kuburan Soo Neul tidak pernah sepi dari kedatangan para fans.

Minho POV,

“Dia pergi dengan hanya menuliskan sepucuk surat dengan tulisan sarangheo minho. Hanya itu yang ia tuliskan, bahkan aku baru saja akan mengatakannya, tapi mengapa Engkau mengambilnya ya Tuhan. Dia sudah tenang bersamamu disana, Tuhan, kalau Kau bisa kembalikan dia, tolong kembalikan dia padaku. Jika tidak, sampaikan sejuta sayang dan cintaku ini untuknya, aku telah berjanji akan menjaga ummanya, aku berjanji. Aku tidak akan membuatmu kecewa Soo Neul.” Aku pun pergi dari makan Soo Neul , ku taruh white rose di atas makamnya. Aku masih ingat white rose yang ia ceritakan padaku. Tapi, sayang aku tak bisa membawanya ke tempat itu. Tenanglah Soo Neul, kelak aku akan membawa wanita yang kucintai dan pastinya orangnya harus sepertimu kesana.

End..

Gaje ya endingnya hahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar