Senin, 03 September 2018

02 FF My Deary

SOkey sekarang waktunya FF My diary tayang….heheheheh….

Author :: Choi Soo Neul

Cast ::
Lee Jinki a.k.a. onew
Your  a.k.a. Lee Yi Rin
Choi Minho a.k.a. Minho
Lee Taemin a.k.a. Taemin
Kim Jonghyun a.k.a. Jjong
Genre :: Sad Killer (ya kekerasan lah, bingung admin jadinya mau bikin genrenya.)
Tittle :: My Diary (fanfiction)

Onew POV
Dia Lee Yi Rin, sahabatku yang kuketahui sangat pendiam dan tertutup. Kami berteman sejak kecil, sampai akhirnya orang tua Yi Rin meninggal, dan dia tinggal sendiri. Karena aku khawatir dengan keadaannya, aku pun membawanya ke Dorm Shinee, tempat dimana aku dan teman-temanku atau dongsaengku tinggal. Pagi ini adalah pagi dimana seharusnya aku dan Yi Rin pergi ke Taman atau paling tidak jalan-jalan kecil. Sebelum, kejadian mematikan itu datang tanpa diketahui sebabnya.
Aku memandangi kamar Yi Rin, semuanya tertata rapi, kupandang foto Yi Rin dan diriku yang berada di Rak samping tempat tidurnya. Yi Rin yang telah menemaniku selama 10 tahun itu kini telah tiada. Sejenak kupandangi meja belajarnya, dimana aku sering mengajarinya disaat dia tidak mengerti pelajaran yang ia pelajari. Tapi mataku menyorot sebuah buku kecil dan sangat kuyakini itu adalah buku Diary yang pernah dihadiahkan Key padanya.
Perlahan aku mendekati meja belajar Yi Rin lalu mengambil buku Diary tersebut. Aku melihat buku Diary kecil yang sangat tidak mungkin aku buka, tapi aku sangat ingin tahu apa yang sebenarnya di tulis Yi Rin selama ini. Dengan agak ragu , aku membuka buku diary tersebut. Halaman pertamanya bertuliskan rasa terimakasihnya pada semua member karena telah menjaganya selama ini. Cukup singkat tulisannya pada tanggal 19 september itu. Tapi, betapa terkejutnya aku ketika membuka halaman berikutnya, sebuah cerita yang sangat panjang sampai tulisan terakhir sehari sebelum ia pergi. Kubaca satu persatu dari tulisan tersebut.
Yi Rin POV.
22 september 2010,
06.30 a.m.
Hari ini rasanya malas sekali berangkat ke sekolah, pasti kejadian yang kemarin-kemarin akan terulang lagi. Aku sudah lelah dengan penyiksaan ini. Besok adalah ulangtahun Key oppa, aku yakin pasti para yeoja di sekolah akan melakukan sesuatu terhadapku agar tidak mendekati Key oppa saat dia berulangtahun, kalau aku mendekatinya pasti aku akan dipukuli dan dicambuki dengan pendeng. Aku tidak berani mengatakan atau pun menceritakan hal ini pada onew oppa, bagaimana pun jangan sampai dia tahu keadaanku selama ini.
04.00 p.m.
Rasanya aku ingin pergi jauh dari kehidupan ini, aku tidak sanggup menjalaninya. Mengapa Tuhan memberikan aku jalan hidup seperti ini. Di sekolah tadi kejadian itu pun terulang. Kenapa mereka mencabukku dengan pendeng, para yeoja itu sangat tidak menyukaiku. Apa salahku? Aku juga tidak ingin tinggal bersama onew oppa, kalau bukan karena dia yang meminta, aku tidak akan mau. Mereka mencabuki punggungku hingga biru, mereka tidak pernah melakukannya ditangan atau pun kaki ku, mereka melakukannya semua ditubuhku, aku tidak tahan rasa sakit ini.
06.00 p.m.
Aku membantu key oppa memasak untuk para member. Key tidak sengaja memukul punggungku pelan, aku sempat merintih nyaring dan membuatnya terkejut dan segera meminta maaf. Rasanya sakit sekali, aku ingin menangis, tapi aku tidak mau kalau sampai key oppa tahu dengan luka dipunggungku. Selesai memasak aku pun kembali ke kamar dan mengambil obat untuk mengobati punggungku. aku tak tahu apa yang harus kulakukan , karena tanganku tak bisa menggapai luka tersebut. Tidak mungkin aku memanggil ahjumma yang biasanya membersihkan dorm jam segini. Pasti akan ketahuan. Aku harus berusaha.
08.00 p.m.
Taemin oppa tidak sengaja menyenggolku hingga punggungku menimpa tembok. Aku sempat menahan rasa sakit hingga aku masuk ke kamar. Aku berbaring sejenak dan menangis, aku tidak tahu kenapa aku menuliskan ini semua di buku diary ini. Tapi rasanya ini salah satu cara agar perasaanku sedikit lebih tenang. Besok ulangtahun key oppa, aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Semoga saja dia suka. Ya Tuhan, lindungilah hambamu ini, berkati dia, jangan biarkan hamba-Mu ini tersakiti lagi, hamba sudah tidak kuat.

Onew POV
“Yang dia sembunyikan selama ini, tidak mungkin, segala rintihan dan tangisan malam hari itu, wajah pucat itu. Aku tidak percaya apa yang dilakukan para yeoja busuk itu padanya. Siapa para yeoja yang menyiksanya itu? Aku akan menuntut balas demi dirimu, Yi Rin.” Kukepalkan tanganku lalu membaca Diary Yi Rin.
“Hyung, apa kau sibuk besok? Ada yang ingin ku pertemukan denganmu.” Tanya Minho beserta member yang lain didepan pintu.
“aku tidak ada kegiatan besok, bisakah kalian menemaniku disini. Ada yang tidak beres. Aku menemukan Diary Yi Rin , sekarang aku sedang membacanya. Apa kalian juga mau dengar?” Tanyaku.
“Diary?” serentak semua berbicara dan menghampiriku.
“Aku mau.” Semuanya duduk bersila di tempat tidur Yi Rin. Aku pun membaca ulang serta kelanjutan Diary Yi Rin.

23 september 2010
03.00 p.m.
Mereka memukuli perutku, aku tak bisa melakukan apa-apa. Seandainya saja aku bisa melawan, Seona, kau yeoja yang sangat menyukai key oppa, tapi asal kau tahu aku tak ada hubungan apa-apa dengannya. Jeohyuna, aku tau kau sangat menyukai Taemin, tapi selama ini Taemin lah yang mau menemaniku, dan dia juga yang memintaku untuk selalu bersamanya, menemaninya makan siang. Aku hanya mengiyakan saja, aku tidak memiliki perasaan khusus padanya. Yeoran, Raemin, MinGeul, kalian lah yang sangat suka menyiksaku, kalian tidak punya rasa prikemanusiaan. Aku benci kalian, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku harus membuat ini menjadi sebuah cerita, sehingga ketika aku mati nanti karena penyiksaan itu para member bisa tau apa yang kurasakan selama ini. Aku tidak berani berbicara, tapi buku Diary inilah yang akan membuktikan segalanya. Ini memang tidak logis, tapi aku yakin , semua akan tahu apa yang telah terjadi.

30 september 2010
08.00 p.m.
Hari ini, aku diseret kegedung belakang tepatnya disebuah toilet tua. Mereka mulai menyiksaku, seperti hari-hari sebelumnya. Tapi, hari ini ada yang berbeda. Mereka membawa sebuah plastic kecil, mereka menyeretku ke sebuah toilet yang baunya yang sangat meyengat, mereka membuka kantong plastic tersebut lalu mengunciku didalam toilet tersebut. Perlahan kuperhatikan ternyata plastic itu berisi 2 ular, aku berteriak minta tolong tapi hanya tawa mereka lah yang kudengar, sampai suara bentakan seorang pria menggelegar diseluruh isi ruangan toilet tersebut. Taemin, dia datang , aku tidak percaya.
“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Taemin dengan nada agak tinggi.
“Kami berusaha mengeluarkannya dari dalam, tapi pintunya sangat susah dibuka. Awalnya tadi kami hanya berlari-lari mengejarnya. Tapi dia membuka pintu tersebut dan menutupnya kembali tapi pintu tersebut malah tidak bisa dibuka lagi.” Jawab Yeora berbohong dan malah dipercayai Taemin.
“aish babo. Minggir aku akan membukannya.” Kata Taemin lalu berusaha mendobrak pintu tersebut hingga berhasil. “kau ini kenapa lari dan bermain di tempat ini. Disini berbahaya! Awas Ular!” Taemin langsung menarikku menghindari ular tersebut. Taemin membawaku keluar dari tempat tersebut dan tidak berbicara padaku sampai lonceng terakhir berbunyi.
Kami berdua pulang bersama dan tanpa mengeluarkan sepata kata pun. Aku  hanya diam saja, terlihat raut wajah Taemin sangat marah. Aku melihat ke arah belakang, aku memperhatikan ada seorang wanita yang tidak lain adalah yeoja yang menyukai Taemin sedang memberi isyarat untuk menjauhi Taemin. Aku berjalan agak cepat untuk menjauhi Taemin. Tanpa kusadari Taemin memandangku dengan tatapan aneh lalu menarik tanganku.
“bisakah kau mengatakan maaf?” Taemin dengan tatapan dinginnya.
“maaf”. Kataku langsung kembali berjalan dan menghempas tangan Taemin.
“kalau bukan karena onew yang meminta aku untuk menjagamu di sekolah, aku tidak akan mau melakukannya. Karena itu sama saja membahayakan nyawaku sendiri.” Teriak Taemin.
“kalau kau tidak mau melakukannya, ya tidak usah.” Jawabku santai lalu berlari menjauh.
“YA KAU!” Teriak Taemin tapi tidak ku hiraukan.
Aku tidak tahu apakah Taemin benar-benar marah padaku. Tapi yang jelas, semoga saja itu mengurangi penderitaanku. Tidak ada yang special malam ini. Tapi aku hanya sangat merindukan appa dan umma ku. Onew oppa, terimakasih atas kebaikanmu.

Onew POV
“Taemin, apa benar kau mengatakan itu pada Yi Rin?” Tanyaku pada Taemin yang diam membeku.
“ia, aku mengatakan itu pada Yi Rin.” Akuhnya.
“kalau kau tidak mau, kau bisa mengatakannya padaku. Aku tidak akan memaksa. Kalau itu merepotkanmu, aku minta maaf, kelak aku tidak akan meminta tolong padamu lagi.” Kataku yang membuat Taemin tersontak kaget dan meminta maaf padaku.
“maaf, hyung. Bukan itu maksudku.” Taemin memelas.
“Sudahlah, lebih baik kita lanjutkan membaca diary itu. Apa yang sebenarnya terjadi pada Yi Rin.” Kata Minho menengahi.

2 oktober 2010
09 : 00 p.m.
Appa, umma, aku merindukan kalian, kenapa kalian meninggalkanku seperti ini. Aku sudah tidak sanggup lagi. Mereka menyiksaku hingga kulit punggungku sobek. Kemarin , hari ini, dan esok pasti akan lebih parah lagi. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak bisa memberitahu siapapun. Taemin oppa sudah tidak mempedulikanku lagi. Onew oppa sangat sibuk dengan kegiatannya. Key oppa tidak pernah berada dirumah. Minho oppa juga sedang sibuk dengan syuting dream teamnya. Sedangkan Jjong sibuk dengan S.M. The ballad. Kalau memang aku ditakdirkan sendiri , kenapa tidak kau bunuh saja aku, cabut nyawaku. Aku tidak bisa begini terus. Aku sudah pasrah akan nyawaku ini. Besok aku akan mengakhiri semua penderitaanku ini.

Onew POV.
“sudah habis.” Kataku sambil membuka halaman-halaman yang lainnya tapi tetap saja kosong.
“2 oktober 2010, dia meninggal tanggal 4 oktober dan mayatnya ditemukan tanggal 5 oktober. Jadi tanggal 3 itulah hari penyiksaannya.” Kata key dengan wajah speechless.
“Taemin-ah, apa yang dia lakukan disekolah pada hari itu?” Tanya Jjong berusaha berpikir.
“Aku tidak terlalu memerhatikannya terlalu banyak pada waktu itu. Yang kutahu dia datang dan meminta maaf padaku karena kejadian itu. Waktu pulang sekolah, ah ya aku ingat.. dia menitipkan sepucuk surat untukku. Tapi, aish dimana aku menaruhnya ya? Tunggu sebentar aku akan membongkar tasku dulu.” Taemin lalu bergegas ke kamarnya dan kembali dengan tatapan kecewa.
“bagaimana?” Tanya Minho.
“aku meninggalkannya di kelas, surat itu ada dilaci mejaku.” Jawab Taemin lesu.
“kita ke sekolahmu sekarang.” Kataku dan bergegas pergi.
Sepanjang perjalanan aku tidak berhenti memikirkan tentang Yi Rin, mengapa aku menelantarkannya. Seharusnya aku tau betapa bodohnya aku kalau membawanya tinggal bersamaku. Onew, mengapa kau begitu bodoh. Dia yeoja yang sangat kau sayangi, mengapa kau tidak memerhatikannya. Bahkan kau tidak memberitahukan perasaanmu padanya. Aish onew baboya….
“hyung, apa kau baik-baik saja?” Tanya Minho padaku dan menepuk pundakku.
“ah, gwenchanayo.” Jawabku pelan.
“kita sudah sampai.” Kata Jjong yang mengemudikan mobilnya.
“Wah SHINee… apa yang sedang kalian lakukan disini?” Tanya seorang penjaga sekolah.
“Ahjussi, bisa kah kau membantu kami, ini tentang Yi Rin, siswa yang meninggalnya karena dibunuh.” Jelas Key pada Penjaga tersebut.
“Ah, nee. Baiklah. Mari, ada beberapa hal yang harus saya bantu” Kata penjaga tersebut.
“maksud anda? Anda sudah tau kami akan segera kesini dan meminta bantuan? Tanya Minho.
“Yi Rin yang meminta saya. Dia datang kedalam mimpi saya,katanya ada beberapa hal yang saya harus lakukan untuk kalian.” Jelas penjaga tersebut.
“apa? Datang ke mimpi anda?” Tanyaku kaget.
“ia, dia bilang dia ingin aku membantu kalian. Jadi apa yang harus saya lakukan?” Tanya si penjaga.
“kami ingin ke kelas XI, tepatnya di kelasnya Taemin. Ada yang ingin kami ambil disitu.” Kata Jjong dan langsung di iakan oleh si penjaga.
“Yi Rin adalah seorang yeoja yang sangat baik. Dia selalu membawakanku makanan. Dia yeoja yang sangat sabar. Dia sangat menyukai namja yang bernama Onew. Kelak suatu hari nanti dia bisa menyatakan perasaannya itu pada namja itu. Tepat tanggal 3 oktober itu dia membawakan makanan kesukaanku. Aku tidak tahu kenapa, tapi katanya dia sudah menganggapku seperti ayahnya sendiri. Jika aku menemukan pembunuhnya, aku akan membalas dendam untuk Yi Rin.” Kata Si Penjaga dengan tegasnya.
“dia menyukaiku?” tanyaku pada penjaga tersebut.
“apakah kau, onew? Dia sangat menyukai pria baik hati yang bernama onew. Dia selalu membicarakanmu. Dia sempat sedih karena kau terlalu sibuk, dan tidak memikirkannya.” Jelas si Penjaga. “Ah,, kita sudah sampai.” Kata si penjaga.
“Taemin, cepat cari kertas itu.” Suruh Key.
“Ini kertasnya.” Kata Taemin. “isinya, tolong aku di gudang lama sekolah. Kalau kau datang, penderitaanku akan habis” baca Taemin yang membuatnya tegang dan lemas. “Dia meminta tolong padaku. Mengapa? Mengapa?” Taemin tidak menerima apa yang telah terjadi.
“Taemin, kenapa kau? Aish… kau… hiks hiks hiks hiks…. Harusnya kau menolongnya.” Tangisku memecahkan kesunyian malam.
“Hyung, sudahlah mungkin itu salah satu jalan terbaiknya agar penderitaannya berakhir.” Hibur key.
“Tapi, apa kau tau aku menyukainya? Kau tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kau sayangi? Apa kau sanggup menerima bahwa orang yang kau cintai meninggal tapi sempat meminta tolong pada temannya tapi karena ketidak tahuannya, jadi membuatnya tetap tak bisa mengakhiri penderitaannya. Apa kau tau, kalau aku akan menyatakan cintaku padanya tanggal 10 oktober nanti? Apa kau tau sakitnya hati ini, aku harus menemukan bukti lain untuk menyeret para yeoja pembunuh itu ke penjara. Kalau perlu aku sendiri yang menghabisi mereka.” Kataku yang sudah tidak sanggup dengan apa yang telah terjadi di kehidupanku ini.
“Hyung, lebih baik kita pulang dan kau tenangkan diri dulu. Besok kita akan pikirkan lagi.” Kata Minho dan membawaku keluar dari ruangan tersebut.

At Dorm 10 : OO P.M.
Taemin POV

Aku tidak tau bagaimana ini bisa terjadi. Tapi aku melihat baying Yi Rin sedang duduk dibangkunya saat hyung-hyungku keluar. Dia menangis, seperti ada yang di pendam olehnya. Aish… itu pasti hanya hayalanku saja. Mana mungkin Yi Rin, aish, Yi Rin sudah meninggal. Sudahlah lupakan, apa yang terjadi padaku. Aku tidak melakukan apa-apa. Dia yang memintaku. Memintaku untuk….
“Taemin, aku sudah tau siapa pelakunya.” Bisik Jjong yang tiba-tiba datang dan duduk disamping Taemin.
“maksudmu hyung? Yeoja-yeoja itu kan yang membunuhnya.” Kataku yang membuat Jjong tersenyum  miris.
“bukan, tapi kau pembunuhnya.” Jjong langsung menatapku tajam.
“hyung jangan bercanda, mana mungkin aku berani melakukannya heh”. Jawabku dan dengan sedikit tertawa.
“JJONG, KITA HARUS PERGI KE GUDANG LAMA SEKARANG. ADA YANG SANGAT KU CURIGAI DISANA.” Teriak Minho dan langsung di ikuti Key dan Onew.
“Ah nee. Ayo Taemin, aku yakin pasti sebentar lagi mereka akan tahu bahwa kau pembunuhnya.” Kata Jjong dan langsung pergi meninggalkannya.

At Gudang lama sekolah
11 : 30 P.M.
Minho POV

Aku merasa ada yang tidak beres. Yeoja-yeoja, Taemin, Penjaga mereka bertiga bisa disebut saksi. Tapi, kejanggalan yang aneh. Penjaga itu, gudang lama sekolah pasti kuncinya hanya si penjaga yang miliki. Apa si penjaga itu  yang membunuhnya. Atau ada yang lain.
Kami melintasi ruang demi ruang untuk sampai kegudang lama. Setibanya di sana, tempatnya sangat gelap dan masih digarisi garis polisi. Bahkan, darah masih berceceran di lantai. aku harus segera mengungkapkan masalah ini. Aku bisa melihat onew hyung dengan wajah yang sangat sedih. Seperti menaruh harapan agar pembunuhnya dapat segera tertangkap. Aku memastikan bahwa polisi sudah mengepung area gudang ini. Aku melihat ke sisi kanan dan kiri serta beberapa sudut sudah dijaga ketat. Komandan polisi memberikan aba-aba untuk memancing sang pembunuh untuk mengaku. Aku pun langsung berakting seolah sudah tau pembunuhnya siapa.
“sudah jangan basa-basi lagi. Akui saja Jjong kalau kau pembunuhnya. Malam terakhir Yi Rin menuliskan diarynya, kau datang ke kamarnya lalu melihat diarynya bukan. Kau menangis membacanya, dan keesokan harinya kau menuliskan sepucuk surat dan menitipkan surat itu pada penjaga sekolah untuk diberikan pada Yi Rin. Tapi, sebelumnya kau sudah mempersiapkan satu surat untuk Taemin dan menyuruhnya untuk datang ke Gudang ini. Tapi, sayangnya Taemin tidak sempat membacanya. Kau ingin Taemin datang ke Gudang ini agar kau bisa membuat sebuah bukti bahwa Taemin lah pembunuhnya. Tapi, karena Taemin tidak datang, kau berusaha menutupi semuanya agar tak ketahuan. Jjong hyung, mengakulah. Kau tidak bisa lari lagi.” Kata ku yang membuat semuanya tidak percaya.
“jadi kau menuduhku?” Tanya Jjong santai.
“Karena kau lah yang paling dominan.” Jawabku lagi.
“Minho, kau tidak mempunyai bukti sedangkan aku punya.” Ucap Jjong sinis.
“apa yang kalian bicarakan, jangan saling menuduh.” Key angkat bicara.
aku harus bisa membuat semua ini terungkap.” Ucapku dalam hati.

Onew POV

“Yi Rin”. Aku melihat sesosok bayangan yang tidak lain adalah Yi Rin. Semuanya masih berdebat, hanya aku saja yang terpaku sendiri. Sosok itu mendekati ku, dia memegang pipiku tapi tembus pandang. Dan tiba-tiba pandanganku buyar. Saat Yi Rin menangis dan menunjuk sebuah benda tumpul dan kayu yang di asah tajam tergeletak didekat sebuah dos. Aku menatap Yi Rin lagi dan dia memberitahu dimana saja dia ditusuk dan dipukuli. Aku memberi isyarat siapa yang melakukannya, Yi Rin terlihat sedih dan menunjuk ke arah Taemin. Aku memandangi Taemin yang hanya menunduk dan terlihat takut. Sejenak aku ingin melihat Yi RIn lagi, tapi dia telah menghilang. Aku pun langsung bertanya pada Jjong.
“Jjong aku ingin tahu apa buktimu.” Perintahku pada Jjong.
“Taemin, dia”. Belum selesai Jjong berbicara Taemin sudah memotongnya.
“CUKUP.” Taemin berteriak.
“aku pembunuhnya. Aku akan menceritakan semuanya. Aku sudah tidak tahan.” Taemin mulai menangis.

~Flash back~
Taemin POV
“Taemin-ah, ada yang ingin kubicarakan padamu?” Kata Yi Rin agak gugup.
“Wae?” Tanyku balik.
“Mianhaeyo, atas kejadian hari itu. Mianhae.” Yi Rin sambil menundukkan wajahnya dengan amat sangat takut.
“ah, ne.. gwenchanayo. Jangan terlalu dipikirkan.” Kataku sambil menatapnya datar.
“Gomawo, karena sudah memaafkanku. Ini untukmu.” Yi Rin memberikan sepucuk surat.
“apa ini?” Tanyaku bingung.
“aku menunggumu.” Yi Rin langsung pergi tanpa menjelaskan maksud suratnya.
Aku pun membuka surat tersebut, melihat isi dari surat itu, aku pun berlari ke arah gudang lama.

At Gudang Lama ;

“Kau datang, Taemin. Baguslah.” Kata Yi Rin sambil memegang kayu yang telah di asah tajam.
“Yi Rin-ah, maksudmu apa?” Aku terpaku melihatnya begitu mengerikan dengan tanpa menggunakan seragam. Dengan menggunakan tank top yang sangat tipis, dia mendekati ku dan mulai menangis.
“Taemin, bunuh aku. Aku sudah tidak tahan dengan penderitaan ini. Kau tidak lihat seluruh tubuhku sudah tidak halus lagi, tubuhku ini sudah lelah di cabik-cabik dan telah lelah menerima pukulan. Apa kau senang melihat ku seperti ini?” Kata Yi Rin yang membuatku hanya terdiam.
“kau sudah gila, aku tidak mau.” Kataku lalu menarik kayu tajam tersebut dari tangan Yi Rin.
“jangan macam-macam, aku bisa saja melakukan ini sendiri.” Kata Yi Rin lalu menusuk perutnya. Aku mencoba menghentikannya, tapi tidak bisa dia terlalu kuat. Malah dia mencoba menyerangku. Aku pun mengambil benda tumpul dan memukul tepat di kepalanya. Pendarahan sangat hebat dan membuatku langsung berteriak meminta tolong.

~Flash back end~

Onew POV
“Begitu ceritanya.” Taemin mengakhiri ceritanya dengan wajah sedih.
Yi Rin-ah, begitu kah ceritanya, oppa tidak percaya. Tapi, tunggu, Yi Rin menunjuk Taemin, bukannya sebelumnya yang berdiri di tempat Taemin berdiri tadi, telah ada Jjong yang berdiri disitu. Orang yang dimaksud bukanlah Taemin, melainkan Jjong. Minho, dia tahu yang sebenarnya, dia aish aku lupa, dia peka terhadap dunia lain.” Aku pun berpikir pasti dan …..

~flash back on
Onew POV

“Hyung, aku sangat menyukai Yi Rin, bahkan aku rela mengakhiri hubungan ku dengan Se Kyung demi dia. Hyung, besok aku akan menyatakan cintaku padanya. Tapi aku tidak tahu harus berkata apa.” Jjong dengan wajah memelas. Mana mungkin aku membantunya. Aku kan juga menyukai Yi Rin.
“ah, aku tidak tahu hal yang seperti itu. Baiknya kau Tanya pada Key. Mungkin dia bisa memberikanmu ide.” Kataku asal.
“baiklah.” Jawab Jjong lalu kabur dengan sendirinya.

At Balkon ;
Jjong POV
“Yi Rin, ada yang ingin ku katakan padamu.” Kataku dengan senyuman yang penuh harap kalau dia mau menerimaku.
“Nee, oppa. Katakanlah.” Jawab Yi Rin seperti biasa saat dia berbicara dengan yang lainnya.
“Sarangeyo. Jadilah yeojachinguku?” Aku memegang pundaknya terlihat dia agak meringis. “Waeyo?” Tanyaku bingung.
“Ani, Gwenchanayo. Oppa, aku tidak bisa. Aku sudah ada orang yang ku sukai. Mianhaeyo.” Jawabnya menunduk.
“Nugu? Onew hyung? Dia kah yang kau sukai?” Tanya ku beruntut.
“hmm. Hajiman, jangan beritahu dia. Aku tidak mau dia tahu.” Kata Yi Rin dengan wajah takut.
“tak bisakah kau menatapku sedikit saja. Apa kau tau perasaanku? Aku memutuskan se kyung demi kau. Dan sekarang kau menolakku.” Aku mulai marah.
“Mian, jeongmal mianhaeyo.” Yi Rin pun berlari dari hadapan ku.
“Aish kau Yi Rin, kenapa kau menolakku? Aku benci di tolak, onew hyung tidak akan menyukai yeoja sepertimu, hanya aku yang menyukaimu.” Aku pun pergi dengan tampang kesal. Tapi, ketika aku masuk, aku melihat Onew sedang tertawa riang bersamanya dan mengajak jalan. Aku pun berniat untuk melakukan sesuatu.

At Yi Rin Room’s ;

“Diary ini, maksudnya? Gudang lama? Chakaman, gudang lama? Dia akan berada disitu besok. Aku harus mengerjainya. Agar ia mau menjadi yeoja chinguku.” Aku pun tersenyum licik dan memikirkan apa yang harus aku lakukan besok.

Minho POV
“Apa yang sedang dia lakukan dengan Yi RIn di balkon? Sekarang dia berada di kamar Yi Rin. Dengan senyum sinis pula. Aku merasa ada yang tidak beres.” Kataku sambil berdiri didekat pintu kamar. Lalu pergi karena takut ketahuan Jjong kalau aku sedang menigintip.

At School ;

Jjong POV
“Apa yang sedang dia lakukan dengan Taemin?” Aku bingung karena wajahnya sangat takut. “Aish bodoh, ah dia pergi. Pasti ke Gudang Lama.” Aku pun mengikutinya dari belakang.

At Gudang lama ;

BBRRRAAKKKK….. pintu terbanting kencang. Aku tersenyum senang. Aku melihat Yi Rin hanya mengenakan tank top tapi, bekas apa itu disekujur tubuhnya.
“Jjong oppa, apa yang sedang kau lakukan disini? Pergi, atau tidak aku akan bunuh diri didepanmu.” Perintah Yi Rin dan membuatku tersontak kaget lalu berlari kearahnya dan berusaha mencegahnya.
“berikan itu padaku. Aku bisa melakukan lebih untukmu. Kau ingin bunuh diri bukan?” Aku terengah-engah dan melihat suatu benda tumpul.
“kau ingin membunuh ku? Lakukanlah bukannya itu yang di ingini para yeoja itu. Kau sudah dibayarkan oleh mereka. Aku bisa melihat uang itu di saku celana mu. Mereka juga berjanji akan tidur denganmu, jika kau membunuhku. Mereka bilang kalau kau membunuhku, tidak ada lagi ancaman yang mendekati para member. Dan oppa langsung menyetujui karena lebih baik oppa dan onew sama-sama tidak mendapatkanku.” Yi RIn berbicara banyak untuk pertama kalinya. Dan semua itu benar. Aku di bayar para yeoja itu, karena aku menelpon dan menyusun rencana dengan mereka kemarin malam.
“sialan.” BBRRUUKK BBRRAKK…. Suara pukulan mengenai seluruh tubuh Yi Rin dan kayu tajam pun telah menembus perutnya. Dia tidak bergerak, dia pasti sudah mati. Bagus. Aku harus segera pergi. Sebelum yang lain tau.
“Hyung, apa yang baru saja kau lakukan?” Taemin berdiri dibelakang dengan wajah pucat bercampur marah.
“bukan urusanmu.” Aku pun langsung pergi dengan senyum puas.
“TOLONG” teriak Taemin.

~flash back end~

Onew POV

“Taemin, jujurlah. Jangan berbohong demi kepicikan yang telah dia lakukan. Dia mengancammu bukan?” Tanyaku dan membuat Taemin tersontak kaget.
“mengakulah Jjong kau lah tersangka pembunuhan ini. Kau mengancam Taemin, akan membunuh ibunya, bukan? Aku mendengar omongan kalian yang sangat rahasia di balkon dorm. TANGKAP.” Minho pun mengeluarkan perintah. Jjong pun tak berkutik.
“Taemin, ini sudah berakhir.” Kata Key sambil memegang pundak taemin. “kau dan ibumu selamat.” Sambung key lagi.
“ya, hyung. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi.” Taemin menangis.
“Jjong, kalau kau tidak membunuhnya. Pasti dia akan menjadi yeojachinguku sekarang. Tapi, jika dia hidup orang yang dibunuh waktu itu bukan lah dirinya. Melainkan para yeoja itu yang ingin dibunuhnya. Tapi mendengar para yeoja telah membayarmu dan berniat membunuhnya. Dia pun pasrah. Aku telah salah mengenalmu selama ini.” AKu tak sanggup lagi berkata karena pembunuhnya merupakan orang terdekat sendiri.
“kalian akan menyesal dengan semua ini.” Jjong pergi dengan kawalan polisi.
“Dia telah tenang, hyung. Dia kini legah, karena pembunuhnya sudah tertangkap. Dia sangat menyukaimu, kelak jika ada kehidupan yang lain lagi. Dia akan langsung mengatakan perasaannya padamu dan tidak akan menunggu lagi.” Minho berbicara menggunakan kepekaannya.
“aku bisa merasakannya.” Kataku lalu pergi.
“hyung, kau mau kemana?” Tanya Key.
“Mencari udara segar.” Jawabku.

At Balkon sekolah
Onew POV
“Yi RIn-ah, tunggu aku. Aku akan ikut bersamamu sekarang, kelak memang kita sudah di takdirkan bersama.” Aku pun berdiri di ujung lalu melompat kan diri kebawah.
BREAKING NEWS ; Leader Onew, Leader dari Boy Band SHINee melakukan bunuh diri yang dikarenakan frustasi. Kini jenazahnya telah dipulang ke rumah duka. Dengan ini kami beserta para shawol turut berduka sedalam-dalamnya.
SHAWOL :: Oppa, mengapa kau meninggalkan kami T.T
Member :: Aku tidak percaya, dia pergi menyusul Yi Rin.
Another Artist :: Dia Leader yang sangat baik, walaupun dengan keanehannya, tapi tetap saja dia adalah Leader yang hebat, sampai membawa SHINee hingga sukses seperti ini.
End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar